Cara Cepat Hamil

Minggu, 25 November 2012

Masalah Pada Hati & Kandung Empedu

Biologi hati dan kandung empedu
Pemeriksaan Diagnostik Untuk Penyakit Hati & Kandung Empedu
Gambaran Klinis Penyakit Hati
Sakit Kuning (Jaundice)
Hipertensi Portal
Ensefalopati Hepatikum (Koma Hepatikum)
Kegagalan Hati
Asites
Sirosis Bilier Primer
Kolangitis Sklerotik Primer
Kekurangan Alfa1-Antitripsin
Perlemakan Hati
Sirosis Hati
Tumor Hati
Hepatoma
Kanker Hati Metastatik
Hemangioma (Tumor Hati)
Granuloma Hepatik
Tumor Hati Hepatocellular Adenoma
Kanker Hati Primer Lain
Pembesaran Hati (Hepatomegali)
Kelainan Pada Arteri Hepatika
Penyakit Veno-oklusif
Sindroma Budd-Chiari
Trombosis Vena Porta
Kelainan Pembuluh Darah Hati Akibat Penyakit Lain
Ischemic Cholangiopathy
Hepatitis
Hepatitis Alkoholik
Hepatitis Akut
Hepatitis Kronis
Hepatitis A
Hepatitis B
Hepatitis C
Hepatitis D
Hepatitis E
Hepatitis G
Batu Empedu
Kolestasis
Kolesistitis Akut : Peradangan Akut Dinding Kandung Empedu
Kolesistitis Kronis
Tumor Saluran Empedu



Biologi Hati & Kandung Empedu

Hati dan kandung empedu terletak di perut kanan bagian atas, dan keduanya dihubungkan oleh suatu saluran yang dikenal sebagai duktus biliaris (saluran empedu). Meskipun memiliki saluran penghubung dan keduanya berperan dalam fungsi yang sama, tetapi hati dan kandung sangat berbeda satu sama lain.

Hati berbentuk seperti baji dan merupakan pabrik kimia pada tubuh manusia. Hati merupakan suatu organ kompleks yang melaksanakan berbagai fungsi vital, mulai dari mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sampai menghasilkan zat-zat pembekuan darah.


Kandung empedu berbentuk seperti buah pir dan merupakan tempat penyimpanan empedu (cairan pencernaan yang dihasilkan oleh hati).

HATI

Hati merupakan organ tubuh yang paling besar dan paling kompleks.
Salah satu fungsi utamanya adalah menghancurkan zat-zat yang berbahaya yang diserap dari usus atau dibuat di bagian tubuh lainnya, kemudian membuangnya sebagai zat yang tidak berbahaya ke dalam empedu atau darah. Zat di dalam empedu ini masuk ke dalam usus lalu dibuang melalui tinja. Zat di dalam darah disaring oleh ginjal dan dibuang melalui air kemih.

Hati menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan.
Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu.
Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan hormon adrenal).

Hati juga merubah zat-zat di dalam makanan menjadi protein, lemak dan karbohidrat.
Gula disimpan di dalam hati sebagai glikogen dan kemudian dipecah serta dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai glukosa, sesuai dengan kebutuhan tubuh (misalnya ketika kadar gula darah terlalu rendah).

Fungsi lainnya dari hati adalah membuat berbagai senyawa penting, terutama protein, yang digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya.

Salah satu senyawa yang dihasilkan, diperlukan dalam proses pembekuan darah ketika terjadi perdarahan. Senyawa ini dikenal sebagai faktor pembekuan.


Hati menerima darah dari usus dan jantung.Pembuluh darah kecil (kapiler) di dinding usus mengalirkan darahnya ke dalam vena porta, yang akan masuk ke dalam hati. Selanjutnya darah mengalir melalui saluran-saluran kecil di dalam hati, dimana zat gizi yang dicerna dan berbagai zat yang berbahaya diproses.

Arteri hepatika membawa darah dari hati ke jantung. Darah ini membawa oksigen untuk jaringan hati, kolesterol dan zat lainnya.


Darah dari usus dan jantung kemudian bercampur dan mengalir kembali ke dalam jantung melalui vena hepatika.


Kelainan fungsi hati bisa digolongkan ke dalam 2 kelompok utama:
# Kelainan yang disebabkan oleh gangguan fungsi sel-sel di dalam hati (misalnya sirosis atau hepatitis)
# Kelainan yang disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran empedu dari hati melalui saluran empedu (misalnya batu empedu atau kanker).

KANDUNG EMPEDU

Kandung empedu merupakan kantong otot kecil yang berfungsi untuk menyimpan empedu (cairan pencernaan berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan oleh hati).

Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, lalu keduanya bergabung membentuk duktus hepatikus utama.
Duktus hepatikus utama bergabung dengan saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) membentuk saluran empedu utama.
Saluran empedu utama masuk ke usus bagian atas pada sfingter Oddi, yang terletak beberapa sentimeter dibawah lambung.

Sekitar separuh empedu dikeluarkan diantara jam-jam makan dan dialirkan melalui duktus sistikus ke dalam kandung empedu. Sisanya langsung mengalir ke dalam saluran empedu utama, menuju ke usus halus.
Jika kita makan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu.

Empedu terdiri dari:
- garam-garam empedu
- elektrolit
- pigmen empedu (misalnya bilirubin)
- kolesterol
- lemak.
Fungsi empedu adalah untuk membuang limbah tubuh tertentu (terutama pigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kelebihan kolesterol) serta membantu pencernaan dan penyerapan lemak.

Garam empedu menyebabkan meningkatnya kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, sehingga membantu penyerapannya dari usus.

Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dirubah menjadi bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan dibuang ke dalam empedu.

Berbagai protein yang memegang peranan penting dalam fungsi empedu juga disekresi dalam empedu.

Batu kandung empedu bisa menyumbat aliran empedu dari kandung empedu, dan menyebabkan nyeri (kolik bilier) atau peradangan kandung empedu (kolesistitis).

Batu juga bisa berpindah dari kandung empedu ke dalam saluran empedu, sehingga terjadi jaundice (sakit kuning) karena menyumbat aliran empedu yang normal ke usus.

Penyumbatan aliran empedu juga bisa terjadi karena adanya tumor.




Pemeriksaan Diagnostik Untuk Penyakit Hati & Kandung Empedu

Laboratorium bisa mengadakan sejumlah pemeriksaan yang membantu dokter dalam menilai kelainan hati, kandung empedu dan saluran empedu.
Yang paling penting adalah sekelompok pemeriksaan darah yang dikenal sebagai tes fungsi hati.

Tergantung kepada kelainan yang dicurigai, bisa dilakukan pemeriksaan imaging, seperti USG, CT dan MRI.
Bisa juga diambil contoh jaringan hati untuk diperiksa dibawah mikroskop (biopsi hati).

PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN IMAGING

  1. Breath test dilakukan untuk mengukur kemampuan hati dalam memetabolisir sejumlah obat.Obat-obat tersebut ditandai dengan perunut radioaktif, diberikan per-oral (ditelan) maupun intravena (melalui pembuluh darah).Banyaknya radioaktivitas dalam pernafasan penderita menunjukkan banyaknya obat yang dimetabolisir oleh hati.
  2. USG menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan hati, kandung empedu dan saluran empedu. Pemeriksaan ini bagus untuk mengetahui kelainan struktural, seperti tumor.USG merupakan pemeriksaan paling murah, paling aman dan paling peka untuk memberikan gambaran dari kandung empedu dan saluran empedu.Dengan USG, dokter dengan mudah bisa mengetahui adanya batu empedu di dalam kandung empedu.USG dengan mudah membedakan sakit kuning (jaundice) yang disebabkan oleh penyumbatan saluran empedu dari sakit kuning yang disebabkan oleh kelainan fungsi sel hati. USG Doppler bisa digunakan untuk menunjukkan aliran darah dalam pembuluh darah di hati. USG juga bisa digunakan sebagai penuntun pada saat memasukkan jarum untuk mendapatkan contoh jaringan biopsi.
  3. Imaging radionuklida (radioisotop) menggunakan bahan yang mengandung perunut radioaktif, yang disuntikkan ke dalam tubuh dan diikat oleh organ tertentu. Radioaktivitas dilihat dengan kamera sinar gamma yang dipasangkan pada sebuah komputer.
  4. Skening hati merupakan penggambaran radionuklida yang menggunakan substansi radioaktif, yang diikat oleh sel-sel hati.
  5. Koleskintigrafi menggunakan zat radioaktif yang akan dibuang oleh hati ke dalam saluran empedu. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui peradangan akut dari kandung empedu (kolesistitis).
  6. CT scan bisa memberikan gambaran hati yang sempurna dan terutama digunakan untuk mencari tumor. Pemeriksaan ini bisa menemukan kelainan yang difus (tersebar), seperti perlemakan hati (fatty liver) dan jaringan hati yang menebal secara abnormal (hemokromatosis). Tetapi karena menggunakan sinar X dan biayanya mahal, pemeriksaan ini tidak banyak digunakan.
  7. MRI memberikan gambaran yang sempurna, mirip dengan CT scan. Pemeriksaan ini lebih mahal dari CT scan, membutuhkan waktu lebih lama dan penderita harus berbaring dalam ruangan yang sempit, menyebabkan beberapa penderita mengalami klaustrofobia (takut akan tempat sempit).
  8. Kolangiopankreatografi endoskopik retrograd merupakan suatu pemeriksaan dimana suatu endoskopi dimasukkan ke dalam mulut, melewati lambung dan usus dua belas jari, menuju ke saluran empedu. Suatu zat radiopak kemudian disuntikkan ke dalam saluran empedu dan diambil foto rontgen dari saluran empedu. Pemeriksaan ini menyebabkan peradangan pada pankreas (pankreatitis) pada 3-5% penderita.
  9. Kolangiografi transhepatik perkutaneus menggunakan jarum panjang yang dimasukkan melalui kulit ke dalam hati, kemudian disuntikkan zat radiopak ke dalam salah satu dari saluran empedu. Bisa digunakan USG untuk menuntun masuknya jarum. Rontgen secara jelas menunjukkan saluran empedu, terutama penyumbatan di dalam hati.
  10. Kolangiografi operatif menggunakan zat radiopak yang bisa dilihat pada rontgen. Selama suatu pembedahan, zat tersebut disuntikkan secara langsung kedalam saluran empedu. Foto rontgen akan menunjukkan gambaran yang jelas dari saluran empedu.
  11. Foto rontgen sederhana sering bisa menunjukkan suatu batu empedu yang berkapur.

BIOPSI HATI

Suatu contoh jaringan hati bisa diambil selama pembedahan eksplorasi, tetapi lebih sering diperoleh melalui sebuah jarum yang dimasukkan lewat kulit menuju ke hati.
Sebelum dilakukan prosedur ini, diberikan bius lokal kepada penderita.

Skening ultrasonik atau CT bisa digunakan untuk menentukan lokasi daerah yang abnormal, darimana contoh jaringan hati diambil.
Biasanya penderita yang menjalani prosedur ini tidak perlu menjalani rawat nap.

Setelah diperoleh contoh jaringan, penderita dianjurkan untuk tidak segera meninggalkan rumah sakit (minimal selama 3-4 jam), karena prosedur ini memiliki resiko terjadinya komplikasi:
- Hati bisa mengalami robekan dan bisa terjadi perdarahan ke dalam perut
- Empedu bisa mengalami kebocoran ke dalam perut, menyebabkan peradangan selaput perut (peritonitis).
Pada sekitar 2% penderita, komplikasi ini bisa menyebabkan masalah yang serius dan 1 dari 10.000 orang, meninggal setelah menjalani prosedur ini.

Setelah biopsi hati sering timbul nyeri ringan di perut kanan bagian atas, yang kadang menjalar ke bahu kanan, dan biasanya akan menghilang setelah pemberian analgesik (obat pereda nyeri).

Pada biopsi hati transvenosa, sebuah kateter dimasukkan kedalam suatu vena leher, menuju ke jantung dan ditempatkan ke dalam vena hepatik yang berasal dari hati.
Jarum kateter kemudian dimasukkan melalui dinding vena kedalam hati.
Dibandingkan dengan biopsi hati perkutaneus, tehnik ini tidak terlalu mencederai hati, dan bahkan bisa digunakan pada seseorang yang mudah mengalami perdarahan.

TES FUNGSI HATI

Pemeriksaan fungsi hati dilakukan terhadap contoh darah.
Sebagian besar pemeriksaan bertujuan untuk mengukur kadar enzim atau bahan-bahan lainnya dalam darah, sebagai cara untuk mendiagnosis kelainan di hati.

Pemeriksaan
Untuk Mengukur
Hasil Pemeriksaan Menunjukkan
Alkalin Fosfatase
Enzim yg dihasilkan di dalam hati, tulang & plasenta;
yg dilepaskan ke hati bila terjadi cedera atau pada aktivitas normal tertentu, mis. pertumbuhan tulang atau kehamilan
Penyumbatan saluran empedu, cedera hati & beberapa kanker
Alanin Transaminase
(ALT)
Enzim yg dihasilkan di hati, yg dilepaskan ke dalam darah jika sel hati mengalami luka
Luka pada sel hati (mis. hepatitis)
Aspartat Transaminase
(AST)
Enzim yg dilepaskan ke dalam darah jika hati, jantung, otot atau otak mengalami luka
Luka di hati, jantung, otot atau otak
Bilirubin
Komponen dari cairan pencernaan (empedu) yg dihasilkan oleh hati
Penyumbatan aliran empedu, kerusakan hati, pemecahan sel darah merah yg berlebihan
Gamma-glutamil Transpeptidase
Enzim yg dihasilkan oleh hati, pankreas & ginjal; dilepaskan ke dalam darah hika organ-organ tsb mengalami luka
Kerusakan organ, keracunan obat, penyalahgunaan alkohol, penyakit pankreas
Laktik Dehidrogenase
Enzim yg dilepaskan ke dalam darah jika organ tertentu mengalami luka
Kerusakan hati, jantung, paru-paru atau otak & pemecahan sel darah merah yg berlebihan
5-nukleotidase
Enzim yg hanya terdapat di hati; dilepaskan ke dalam darah jika hati mengalami cedera
Penyumbatan saluran empedu atau gangguan aliran empedu
Albumin
Protein yg dihasilkan oleh hati & secara normal dilepaskan ke dalam darah;
salah satu fungsinya adalah menahan cairan dalam pembuluh darah
Kerusakan hati
Alfa-fetoprotein
Protein yg dihasilkan oleh hati janin dan buah zakar (testis)
Hepatitis berat atau kanker hati atau kanker testis
Antibodi Mitokondrial
Antibodi untuk melawan mitokondria, merupakan komponen sel sebelah dalam
Sirosis bilier primer & penyakit autoimun tertentu, mis. hepatitis menahun yg aktif
Waktu Protombin
(Protombin Time)
Waktu yg diperlukan darah untuk membeku
(pembekuan memerlukan vit. K & bahan-bahan yg dibuat oleh hati


 

Gambaran Klinis Penyakit Hati

Adanya penyakit hati bisa ditunjukkan melalui berbagai gambaran klinis yang berbeda.
Manifestasi dari penyakit hati yang penting adalah:
# Jaundice (sakit kuning)
# Kolestasis
# Pembesaran hati
# Hipertensi portal
# Asites
# Ensefalopati hepatikum
# Kegagalan hati.

GEJALA

Gambaran klinis utama pada penyakit hati:

1. Sakit kuning (jaundice)
2. Pembesaran hati
3. Pengumpulan cairan di dalam perut (asites)
4. Perdarahan saluran pencernaan yang berasal dari varises
5. Hipertensi portal
6. Kulit:
- Pembuluh darah memberikan gambaran seperti laba-laba
- Telapak tangan kemerahan
- Gatal-gatal
7. Darah:
- Penurunan jumlah sel darah merah (anemia)
- Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
- Penurunan jumlah trombosit (trombositopenis)
- Mudah mengalami perdarahan (koagulopati)
8. Hormon-hormon:
- Kadar insulin meningkat, tetapi respon terhadap insulin jelek
- Gangguan siklus menstruasi dan penurunan kesuburan (pada wanita)
- Impotensia dan feminisasi (pada pria)
9. Jantung dan pembuluh darah:
- Meningkatnya denyut jantung dan jumlah darah yang dipompa
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
10. Gejala umum:
- Kelelahan
- Kelemahan
- Penurunan berat badan
- Nafsu makan yang buruk
- Mual
- Demam.

DIAGNOSA

Diagnosis penyakit hati ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.






Sakit Kuning (Jaundice)

Sakit Kuning (Jaundice) adalah pewarnaan kuning pada kulit dan bagian putih mata (sklera), yang disebabkan oleh tingginya kadar pigmen empedu (bilirubin) di dalam darah.

PENYEBAB

Pembuangan sel darah merah yang tua atau rusak dari aliran darah, terutama dilakukan oleh empedu. Selama proses ini berlangsung, hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen) dipecah menjadi bilirubin.
Bilirubin dibawa ke dalam hati dan dibuang ke dalam usus sebagai bagian dari empedu. Jika proses pembuangan ini terganggu, bilirubin yang berlebihan akan masuk ke dalam aliran darah, menyebabkan jaundice.


Kadar bilirubin yang tinggi dalam darah, bisa terjadi pada:

- peradangan atau kelainan lainnya di hati, yang mengganggu proses pembuangannya ke dalam empedu
- penyumbatan saluran empedu di luar hati oleh batu empedu atau tumor
- pemecahan sejumlah besar sel darah merah, seperti yang kadang terjadi pada bayi baru lahir yang mengalami sakit kuning.

Pada sindroma Gilbert, kadar bilirubin sedikit meningkat, tetapi biasanya tidak menyebabkan jaundice.
Kelainan yang diturunkan ini, biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin tes fungsi hati; tidak memiliki gejala lainnya dan tidak menimbulkan masalah.

GEJALA

Pada jaundice, kulit dan bagian putih mata tampak kuning.

Air kemih sering berwarna gelap, karena bilirubin dibuang melalui ginjal.

Gejala lainnya muncul tergantung kepada penyebabnya:
- peradangan hati (hepatitis) bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan, mual-muntah dan demam.
- penyumbatan empedu bisa menyebabkan gejala kolestasis.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala.
Untuk mengetahui penyebab terjadinya jaundice, dilakukan pemeriksaan laboratoriium dan imaging.

PENGOBATAN

Jika penyebabnya adalah penyakit hati (misalnya hepatitis virus), biasanya jaundice akan menghilang sejalan dengan perbaikan penyakitnya.

Jika penyebabnya adalah penyumbatan pada saluran empedu, biasanya dilakukan pembedahan atau endoskopi sesegera mungkin, untuk membuka saluran yang tersumbat.

 

 

Hipertensi Portal

Hipertensi Portal adalah tekanan darah tinggi di dalam vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati).

PENYEBAB

Vena porta menerima darah dari seluruh usus, limpa, pankreas serta kandung empedu.
Setelah masuk ke hati, darah mengalir ke dalam saluran-saluran kecil yang melewati hati.
Pada saat meninggalkan hati, darah dari saluran kecil ini masuk kembali ke dalam sirkulasi besar melalui vena hepatika.

2 faktor yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah dalam pembuluh darah porta, yaitu:

# volume darah yang mengalir di dalam pembuluh darah
# meningkatnya tahanan terhadap aliran darah yang melewati hati.
Di negara-negara Barat, penyebab paling sering dari hipertensi portal adalah meningkatnya tahanan aliran darah akibat sirosis.

Hipertensi portal menyebabkan terbentuknya pembuluh darah venosa (pembuluh kolateral), yang menghubungkan sistem portal dengan sirkulasi besar, sehingga melompati hati (membentuk bypass).
Dengan adanya pembuluh kolateral ini, maka zat-zat yang dalam keadaan normal dibuang dari dalam darah oleh hati, akan masuk ke dalam sirkulasi besar.

Pembuluh kolateral terbentuk di tempat-tempat tertentu, yang paling penting adalah yang terbentuk di ujung bawah kerongkongan.
Di daerah ini, pembuluh akan tersumbat dan meliuk-liuk, membentuk vena varikosa (varises esofagealis). Varises ini rapuh dan mudah mengalami perdarahan.
Pembuluh kolateral lainnya bisa terbentuk di sekitar pusar dan pada rektum.

GEJALA

Hipertensi portal sering menyebabkan pembesaran limpa.

Cairan bisa merembes dari hati dan masuk ke rongga perut, menyebabkan asites.

Vena varikosa di bagian bawah kerongkongan dan di lapisan lambung, bisa mengalami perdarahan.
Vena varikosa di rektum juga bisa mengalami perdarahan, meskipun sangat jarang terjadi.

DIAGNOSA

Pembesaran limpa biasanya bisa dirasakan/diraba melalui dinding perut.

Cairan di perut bisa diketahui dari adanya pembengkakan perut dan pemeriksaan perkusi perut memberikan hasil suara yang tumpul.

USG dilakukan untuk memeriksa aliran darah di dalam pembuluh darah portal dan bisa menunjukkan adanya pengumpulan carian di perut.

CT scan juga bisa digunakan untuk memeriksa pelebaran pembuluh vena.

Tekanan dalam sistem portal bisa diukur secara langsung dengan memasukkan jarum melalui dinding perut ke dalam hati atau limpa.

PENGOBATAN

Untuk mengurangi resiko perdarahan karena varises esofageal, diusahakan untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta, yaitu dengan pemberian propanolol, obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Perdarahan pada varises esofageal merupakan keadaan darurat.
Vasopresin atau octreotide bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) untuk mengkerutkan vena yang berdarah.
Transfusi darah dilakukan untuk menggantikan darah yang hilang.

Biasanya dilakukan pemeriksaan endoskopik untuk memastikan bahwa perdarahan berasal dari varises esofageal. Selama prosedur ini dilakukan penyumbatan dengan tali karet atau penyuntikan bahan kimia.

Jika perdarahan berlanjut, dimasukkan kateter dengan balon di ujungnya, melalui hidung menuju ke kerongkongan. Pemompaan balon akan menekan vena varikosa dan biasanya bisa menghentikan perdarahan.

Jika perdarahan berlanjut atau berulang, dilakukan pembedahan untuk membuat jalan pintas (shunt), diantara sistem vena portal dengan sistem vena besar. Hal ini akan menurunkan tekanan di dalam vena porta, karena tekanan di dalam sistem vena besar lebih rendah.

Pembedahan shunt biasanya berhasil menghentikan perdarahan, tetapi relatif berbahaya. Pembedahan ini juga meningkatkan resiko terjadinya kelainan fungsi otak karena kegagalan hati (ensefalopati hepatikum).




Ensefalopati Hepatikum (Koma Hepatikum)

Ensefalopati Hepatikum (Ensefalopati Sistem Portal, Koma Hepatikum) adalah suatu kelainan dimana fungsi otak mengalami kemunduran akibat zat-zat racun di dalam darah, yang dalam keadaan normal dibuang oleh hati.

PENYEBAB


Bahan-bahan yang diserap ke dalam aliran darah dari usus, akan melewati hati, dimana racun-racunnya dibuang.
Pada ensefalopati hepatikum, yang terjadi adalah:
- racun-racun ini tidak dibuang karena fungsi hati terganggu
- telah terbentuk hubungan antara sistem portal dan sirkulasi umum (sebagai akibat dari penyakit hati), sehingga beberapa racun tidak melewati hati
- pembedahan bypass untuk memperbaiki hipertensi portal (shunt sistem portal) juga akan menyebabkan beberapa racun tidak melewati hati.
Apapun penyebabnya, akibatnya adalah sampainya racun di otak dan mempengaruhi fungsi otak.

Bahan apa yang bersifat racun terhadap otak, secara pasti belum diketahui. Tetapi tingginya kadar hasil pemecahan protein dalam darah, misalnya amonia, tampaknya memegang peranan yang penting.

Pada penderita penyakit hati menahun, ensefalopati biasanya dipicu oleh:
- infeksi akut
- pemakaian alkohol
- terlalu banyak makan protein, yang akan meningkatkan kadar hasil pemecahan protein dalam darah
- perdarahan pada saluran pencernaan, misalnya karena varises esofageal, juga bisa menyebabkan bertumpuknya hasil pemecahan protein, yang secara langsung bisa mengenai otak
- obat-obat tertentu, terutama obat tidur, obat pereda nyeri dan diuretik.

GEJALA


Gejalanya merupakan akibat dari menurunnya fungsi otak, yang utama adalah gangguan kesadaran.

Pada stadium awal, perubahan yang hampir tak kentara terjadi pada pemikiran logis, kepribadian dan tingkah laku.
Suasana hati penderita bisa berubah dan terjadi gangguan dalam menyatakan pendapatnya.

Sejalan dengan berkembangnya penyakit, penderita menjadi mengantuk dan bingung, dan malas bergerak dan bercakap-cakap.
Sering terjadi disorientasi.

Pada akhirnya penderita akan kehilangan kesadarannya dan jatuh ke dalam keadaan koma.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarka gejala-gejalanya.
Nafas penderita beraroma manis.
Jika lengannya direntangkan, tidak dapat ditahan dengan kuat, menunjukkan gerakan kasar seperti mengepakkan sayap.

Elektroensefalogram (EEG) bisa membantu menegakkan diagnosis pada ensefalopati dini.

Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan kadar amonia yang tinggi.

PENGOBATAN

Faktor-faktor pemicu dicari dan dicoba untuk dihilangkan, seperti infeksi atau obat-obatan.
Juga diusahakan untuk menghilangkan bahan-bahan racun dari usus.

Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung protein dan diberikan karbohidrat sebagai sumber kalori yang utama.
Gula tiruan (laktulosa) yang diberikan per-oral (ditelan), memiliki 3 efek berikut:
- merubah keasaman usus, sehingga merubahn jenis bakteri yang ada di usus
- mengurangi penyerapan amonia
- berfungsi sebagai pencahar.

Selain laktulosa kadang diberikan neomycin, suatu antibiotik. Neomycin akan mengurangi jumlah bakteri usus yang dalam keadaan normal membantu mencerna protein.

Dengan pengobatan, ensefalopati hati sering bisa diperbaiki.
Penyembuhan total mungkin terjadi, terutama jika dipicu oleh penyebab yang bisa diatasi.




Kegagalan Hati

Kegagalan Hati adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan/kemunduran fungsi hati yang sangat berat.

PENYEBAB

Bisa diakibatkan oleh berbagai kelainan hati, termasuk:
- hepatitis virus
- sirosis
- kerusakan hati karena alkohol atau obat (misalnya asetaminofen).

Sebagian besar hati harus terlebih dulu mengalami kerusakan, sebelum terjadinya kegagalan hati.

GEJALA


Biasanya terjadi:
# Jaundice (sakit kuning)
# Mudah mengalami memar atau mengalami perdarahan
# Asites
# Gangguan fungsi otak (ensefalopati hepatikum)
# Keadaan kesehatan secara umum menurun.

Gejala lainnya berupa kelelahan, kelemahan, mual dan hilangnya nafsu makan.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan kelainan fungsi hati yang berat.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya dan gambaran klinik tertentu.

Biasanya makanan diawasi dengan ketat.
Asupan protein dipantau dengan seksama, karena terlalu banyak protein akan menyebabkan kelainan fungsi otak, dan terlalu sedikit bisa menyebabkan penurunan berat badan.

Asupan garam dibatasi, untuk mengatasi pengumpulan cairan di perut (asites).
Alkohol harus dihindari karena bisa memperburuk kerusakan hati.

Jika segera dilakukan, pencangkokan hati bisa memperbaiki keadaan penderita.

Kegagalan hati akan berakibat fatal jika tidak diobati atau jika penyakit hatinya memburuk. Bahkan setelah diobatipun, mungkin saja tidak dapat diperbaiki.
Pada kasus yang berat, penderita bisa meninggal akibat kegagalan ginjal (sindroma hepatorenalis).



Asites : Pengumpulan cairan di rongga perut

Asites adalah pengumpulan cairan di dalam rongga perut.


PENYEBAB

Asites cenderung terjadi pada penyakit menahun (kronik).

Paling sering terjadi pada sirosis, terutama yang diisebabkan oleh alkoholisme.

Asites juga bisa terjadi pada penyakit non-hati, seperti kanker, gagal jantung, gagal ginjal dan tuberkulosis.

Pada penderita penyakit hati, cairan merembes dari permukaan hati dan usus.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: - hipertensi portal
- menurunnya kemampuan pembuluh darah untuk menahan cairan
- tertahannya cairan oleh ginjal
- perubahan dalam berbagai hormon dan bahan kimia yang mengatur cairan tubuh.

Penyebab asites:

1. Kelainan di hati
- Sirosis, terutama yang disebabkan oleh alkoholisme
- Hepatitis alkoholik tanpa sirosis
- Hepatitis menahun
- Penyumbatan vena hepatik
2. Kelainan diluar hati
- Gagal jantung
- Gagal ginjal, terutama sindroma nefrotik
- Perikarditis konstriktiva
- Karsinomatosis, dimana kanker menyebar ke rongga perut
- Berkurangnya aktivitas tiroid
- Peradangan pankreas.

GEJALA

Jika jumlah cairan yang terkumpul tidak terlalu banyak, biasanya tidak menunjukkan gejala.
Jumlah cairan yang sangat banyak bisa menyebabkan pembengkakan perut dan rasa tidak nyaman, juga sesak nafas.

Jumlah cairan yang sangat banyak, menyebabkan perut tegang dan pusar menjadi datar, bahkan terdorong keluar.

Pada beberapa penderita, pergelangan kaki juga membengkak (edema).

DIAGNOSA


Pada pemeriksaan perkusi perut, akan terdengar suara tumpul (teredam).

USG digunakan untuk mengetahui adanya asites dan menemukan penyebabnya.

Parasintesis diagnostik dilakukan untuk memperoleh contoh cairan yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium.

PENGOBATAN

Pengobatan dasar dari asites adalah tirah baring dan diet rendah garam, yang biasanya dikombinasika dengan obat diuretik supaya cairan yang dibuang melalui ginjal lebih banyak jumlahnya.

Jika terjadi sesak nafas atau susah makan, dilakukan parasintesis terapeutik, dimana dimasukkan jarum untuk membuang cairan yang terkumpul.
Tetapi cairan cenderung akan terkumpul kembali, jika tidak diberikan obat diuretik.

Sejumlah besar albumin sering ikut terbuang ke dalam cairan perut, sehingga mungkin diperlukan pemberian albumin intravena (melalui pembuluh darah).

Kadang terjadi infeksi dalam cairan asites, terutama pada sirosis alkoholik.
Infeksi ini disebut peritonitis bakterialis spontan, diobati dengan antibiotik.



Sirosis Bilier Primer

Sirosis Bilier Primer adalah peradangan saluran empedu di hati, yang pada akhirnya membentuk jaringan parut dan menyebabkan penyumbatan.

Penyakit ini paling sering terjadi pada wanita usia 35-60 tahun, meskipun dapat terjadi pada pria dan wanita segala usia.

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui, tapi biasanya terjadi pada penderita penyakit autoimun sepert artritis rematoid, skleroderma atau tiroiditis autoimun.

Sirosis bilier primer bermula dari peradangan saluran empedu di hati. Peradangan tersebut menghalangi pengaliran empedu dari hati, karena itu empedu tetap berada dalam sel-sel hati atau mengalir ke dalam aliran darah.
Sejalan dengan penyebaran peradangan ke seluruh bagian hati, akan terbentuk jaringan parut yang meliputi seluruh bagian hati.

GEJALA

 
Biasanya gejala sirosis bilier primer dimulai secara bertahap.

Pada sekitar 50% penderita, gejala awalnya berupa gatal-gatal dan kadang kelelahan, yang timbul beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum gejala lainnya muncul.

Pada pemeriksaan fisik, ditemukan pembesaran hati pada sekitar 50% penderita dan pembesaran limpa pada sekitar 25% penderita.

Sekitar 25% penderita memiliki endapan kuning kecil di kulitnya (xantoma) atau pada kelopak matanya (xantelasma).
10% akan berkembang menjadi pigmentasi kulit.

Kurang dari 10% penderita mengalami jaundice.

Gejala lainnya berupa pembengkakan ujung jari (clubbing/jari tabuh) dan kelainan pada tulang, saraf dan ginjal.

Tinja tampak pucat, berminyak dan berbau busuk.

Selanjutnya bisa terjadi semua gejala dan komplikasi dari sirosis.

DIAGNOSA

 
Setidaknya 30% penderita terdiagnosis sebelum gejalanya timbul karena ditemukannya kelainan pada pemeriksan darah rutin.
Antibodi terhadap mitokondria ditemukan dalam darah pada lebih dari 90% penderita.

Jika terdapat jaundice atau kelainan pada pemeriksaan hati, dilakukan pemeriksaan kolangiopankreatografi endoskopik retrograd. Foto rontgen dilakukan setelah penyuntikan zat radioopak ke dalam saluran empedu melalui endoskopi. Hal ini akan menunjukkan bahwa tidak terdapat penyumbatan di dalam saluran empedu dan kelainan terletak di hati.

Diagnosis diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati yang diperoleh melalui biopsi.

PENGOBATAN

 
Gatal yang timbul dapat diatasi dengan obat, yaitu cholestyramine.

Tambahan kalsium dan vitamin A, D, dan K mungkin diperlukan karena zat-zat tersebut tidak dapat diserap dengan baik, sebagai akibat dari berkurangnya empedu.

Pemberian ursodiol (Asam Ursodeoksikolat) tampaknya mengurangi perburukan penyakit dan secara umum dapat ditoleransi oleh penderita.

Transplantasi hati merupakan pengobatan yang terbaik untuk stadium akhir penyakit yang diikuti dengan komplikasi.

PROGNOSIS


Perkembangan penyakit ini sangat bervariasi.
Pada awalnya penyakit ini tidak mempengaruhi kualitas hidup penderitanya dan memiliki prognosis yang baik.

Penderita yang penyakitnya memburuk secara lambat, bisa bertahan hidup lebih lama.

Pada beberapa penderita, penyakit ini sangat memburuk, dan dalam beberapa tahun menjadi sirosis yang berat.

Pada penderita yang memiliki kadar bilirubin yang tinggi (jaundice), prognosisnya buruk.

Pada sebagian besar penderita terjadi penyakit tulang metabolik (osteoporosis).(medicastore)




Kolangitis Sklerotik Primer : Peradangan Saluran Empedu

Kolangitis Sklerotik Primer adalah peradangan saluran empedu di dalam dan di luar hati, yang pada akhirnya membentuk jaringan parut dan menyebabkan penyumbatan.

PENYEBAB

Pada kolangitis sklerotik primer, pembentukan jaringan parut akan mempersempit dan akhirnya menyumbat saluran, menyebabkan sirosis.

Penyebabnya tidak diketahui, tapi tampaknya berhubungan dengan kelainan sistem kekebalan.

Penyakit ini sering menyerang laki-laki muda.

Biasanya terjadi pada penderita penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa.

GEJALA

 
Penyakit ini biasanya dimulai secara bertahap dengan kelelahan yang amat sangat, gatal-gatal dan jaundice.

Bisa terjadi serangan nyeri perut bagian atas dan demam karena terjadinya peradangan pada saluran empedu, tetapi sangat jarang.

Terdapat pembesaran hati dan limpa, atau gejala-gejala sirosis.

Bisa juga terjadi hipertensi portal, asites dan kegagalan hati, yang bisa berakibat fatal.

KOMPLIKASI

Infeksi berulang dari saluran empedu (kolangitis bakterialis) merupakan komplikasi dari penyakit ini dan membutuhkan pengobatan antibiotik.

Kanker saluran empedu (kolangiokarsinoma) terjadi pada 10-15% penderita.
Tumor ini tumbuh lambat dan pengobatannya berupa prosedur endoskopik untuk memasukkan suatu alat ke dalam saluran empedu, guna membuka saluran yang tersumbat. Kadang perlu dilakukan pembedahan.

DIAGNOSA

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan kolangiopankreatografi endoskopik retrograd atau kolangiografi perkutaneus.
Pada kolangiopankreatografi endoskopik retrograd, rontgen dilakukan setelah penyuntikan bahan radiopak ke dalam salluran empedu melalui suatu endoskopi.
Pada kolangiografi perkutaneus, foto rontgen diambil setelah penyuntikan langsung zat radioopak ke dalam saluran empedu.

Mungkin diperlukan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati yang diperoleh melalui biopsi, untuk memperkuat diagnosis.

PENGOBATAN

Obat-obatan seperti kortikosteroid, azatioprin, penisilamin dan metotreksat tidak terbukti efektif dan menyebabkan efek samping yang berat.
Efektivitas ursodiol juga masih belum jelas.

Kolangitis sklerotik primer mungkin memerlukan pencangkokan hati, yang merupakan satu-satunya pengobatan yang diketahui untuk penyakit ini.

Penyempitan saluran bisa dilebarkan melalui prosedur endoskopik atau pembedahan.




Kekurangan Alfa1-Antitripsin

Kekurangan Alfa1-Antitripsin adalah suatu penyakit keturunan, dimana kekurangan alfa1-antitripsin bisa menyebabkan penyakit paru-paru dan hati.

PENYEBAB

Alfa1-antitripsin adalah salah satu enzim yang dihasilkan oleh hati dan ditemukan dalam air liur, cairan usus dua belas jari, sekresi paru-paru, air mata, sekresi hidung dan cairan serebrospinal.Enzim ini akan mencegah kerja enzim-enzim lainnya yang berfungsi memecah protein.

Kekurangan Alfa1-antitripsin memungkinkan enzim-enzim lainnya merusak jaringan paru-paru.


Kekurangan enzim ini dalam darah, menunjukkan kegagalan hati dalam mengeluarkan alfa1-antitripsin.
Enzim yang tetap berada dalam sel-sel hati bisa menyebabkan kerusakan, fibrosis (jaringan parut) dan sirosis.

GEJALA

Sekitar 25% anak-anak dengan penyakit ini akan mengalami sirosis dan hipertensi portal, dan kemudian akan meninggal sebelum usianya mencapai 12 tahun.
Sekitar 25% meninggal di usia 20 tahun dan 25% lainnya hanya memiliki kelainan hati minimal dan hidup sampai usia dewasa.
25% sisanya tidak menunjukan kelainan yang bersifat progresif.

Kekurangan alfa1-antitripsin jarang terjadi pada dewasa, dan kalaupun terjadi, tidak menyebabkan sirosis. Yang lebih sering ditemukan adalah penderita dewasa yang memiliki emfisema, penyakit paru-paru yang menyebabkan sesak nafas.
Pada akhirnya bisa terjadi kanker hati.

PENGOBATAN

Terapi sulih enzim dengan alfa1-antitripsin buatan tampaknya menjanjikan, tetapi pencangkokan hati tetap merupakan satu-satunya pengobatan yang efektif.
Kerusakan hati biasanya tidak akan berulang pada hati yang dicangkokan.

Pengobatan pada dewasa biasanya langsung pada kelainan parunya, termasuk mencegah infeksi dan berhenti merokok.



Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Perlemakan Hati (Fatty Liver) merupakan pengumpulan lemak (lipid) yang berlebihan di dalam sel-sel hati.

PENYEBAB


Penyebab dari fatty liver adalah sebagai berikut:

1. Kegemukan (obesitas)
2. Kencing manis (diabetes)
3. Bahan kimia dan obat-obatan (contohnya alkohol, kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning)
4. Kurang gizi dan diet rendah protein
5. Kehamilan
6. Keracunan vitamin A
7. Operasi bypass pada usus kecil
8. Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi)
9. Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin
10. Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase
11. Kekurangan kolesterol esterase
12. Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum)
13. Abetalipoproteinemia
14. Sindroma Reye.

GEJALA


Fatty liver biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala.
Kadang bisa menimbulkan sakit kuning (jaundice), mual, muntah, nyeri dan nyeri tumpul di perut.

DIAGNOSA

Jika pemeriksaan fisik menunjukkan pembesaran hati tanpa gejala-gejala lainnya, maka diduga merupakan suatu fatty liver.

Diagnosis bisa diperkuat dengan melakukan biopsi hati, dimana digunakan jarum berlubang untuk mendapatkan contoh jaringan yang akan diperiksa dengan mikroskop.

PENGOBATAN


Kelebihan lemak di dalam hati sebetulnya bukan merupakan masalah yang serius. Tujuan dari pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya.

Bila hati secara berulang mendapat pemaparan dari bahan-bahan racun seperti alkohol, pada akhirnya fatty liver akan berkembang menjadi sirosis. 




Sirosis Hati

Sirosis adalah perusakan jaringan hati normal yang meninggalkan jaringan parut yang tidak berfungsi di sekeliling jaringan hati yang masih berfungsi.

PENYEBAB

Penyakit yang menyebabkan kerusakan hati akan mengakibatkan sirosis.
Di AS, penyebab paling sering adalah penyalahgunaan alkohol. Pada usis 45-65 tahun, sirosis merupakan penyebab kematian ketiga, setelah penyakit jantung dan kanker.
Di beberapa negara Asia dan Afrika, penyebab utama dari sirosis adalah hepatitis kronis.

Penyebab sirosis adalah:


1. Penyalahgunaan alkohol
2. Penggunaan obat-obatan tertentu
3. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu
4. Infeksi (termasuk hepatitis B dan hepatitis C)
5. Penyakit autoimun (termasuk hepatitis autoimun menahun)
6. Penyumbatan saluran empedu
7. Sumbatan menetap pada aliran darah dari hati (misalnya sindroma Budd-Chiari)
8. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah
9. Kekurangan alfa-1-antitripsin
10. Kadar galaktosa tinggi dalam darah
11. Kadar tirosin tinggi dalam darah pada saat lahir (tirosinosis kongenitalis)
12. Penyakit penimbunan glikogen
13. Kencing manis (diabetes)
14. Kurang gizi
15. Penumpukan tembaga yang berlebihan bawaan (penyakit Wilson)
16. Kelebihan zat besi (hemokromatosis).

GEJALA

Beberapa penderita sirosis ringan tidak memiliki gejala dan nampak sehat selama bertahun-tahun.
Penderita lainnya mengalami kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan merasa sakit.

Jika aliran empedu tersumbat selama bertahun-tahun, bisa terjadi sakit kuning (jaundice), gatal-gatal dan timbul nodul kecil di kulit yang berwarna kuning, terutama di sekeliling kelopak mata.

Malnutrisi biasa terjadi karena buruknya nafsu makan dan terganggunya penyerapan lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, yang disebabkan oleh berkurangnya produksi garam-garam empedu.

Kadang-kadang terjadi batuk darah atau muntah darah karena adanya perdarahan dari vena varikosa di ujung bawah kerongkongan (varises esofageal).
Pelebaran pembuluh darah ini merupakan akibat dari tingginya tekanan darah dalam vena yang berasal dari usus menunju ke hati. Tekanan darah tinggi ini disebut sebagai hipertensi portal, yang bersamaan dengan jeleknya fungsi hati, juga bisa menyebabkan terkumpulnya cairan di dalam perut (asites).

Bisa juga terjadi gagal ginjal dan ensefalopati hepatikum.

Gejala-gejala penyakit hati lainnya bisa terjadi, seperti:
- kelemahan otot
- kemerahan di telapak tangan (eritema palmaris)
- jari-jari tangan melekuk keatas (kontraktur telapak tangan Dupuytren)
- vena-vena kecil yang memberikan gambaran seperti laba-laba
- pembesaran payudara pada laki-laki (ginekomastia)
- pembesaran kelenjar ludah di pipi
- rambut rontok
- buah pelir mengecil (atrofi testis)
- fungsi saraf abnormal (neuropati perifer).

DIAGNOSA

USG bisa menunjukkan adanya pembesaran hati.

Skening hati menggunakan isotop radioaktif menunjukkan gambaran daerah hati yang masih berfungsi dan daerah hati yang sudah menjadi jaringan parut.

Diagnosis pasti dibuat berdasarkan pemeriksaan mikroskopis dari jaringan hati (biopsi).

PENGOBATAN

Pengobatan untuk sirosis berupa:
# menghilangkan sumber racun (misalnya alkohol)
# asupan makanan yang tepat, termasuk vitamin tambahan
# pengobatan komplikasi.

Pencangkokan hati efektif dilakukan pada penderita yang sirosisnya telah berkembang. Tetapi bila penderita tetap mengkonsumsi alkohol atau jika penyebabnya tidak dapat diatasi, maka hati yang dicangkokkan pada akhirnya juga bisa mengalami sirosis.

PROGNOSIS

Sirosis berkembang sangat cepat.
Jika penderita sirosis alkoholik dini segera berhenti mengkonsumsi alkohol, proses pembentukan jaringan parut di hati biasanya akan berhenti, tetapi jaringan parut yang terbentuk akan menetap.

Secara umum, prognosisnya lebih buruk bila terjadi komplikasi serius, seperti muntah darah, asites atau fungsi otak abnormal.

Kanker hati (karsinoma hepatoseluler) lebih sering terjadi pada penderita sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B atau hepatitis C, kelebihan zat besi (hemokromatosis) dan penyakit penimbunan glikogen yang sudah berlangsung lama.

Kanker hati juga bisa terjadi pada penderita sirosis karena penyalahgunaan alkohol. (medicastore)




Tumor Hati

Tumor hati bisa jinak (benigna) maupun ganas (maligna).
Tumor yang ganas bisa berasal dari hati atau merupakan penyebaran (metasatase) dari bagian tubuh yang lain.

Tumor ganas yang berasal dari hati disebut kanker hati primer dan yang berasal dari bagian tubuh yang lain disebut kanker metastatik.
Sebagian besar kanker hati merupakan kanker metastatik.

Tumor hati yang jinak relatif sering ditemukan, tetapi biasanya tidak menimbulkan gejala-gejala.
Sebagian besar ditemukan pada saat penderita menjalani pemeriksaan skening (misalnya USG, CT atau MRI), untuk alasan lainnya.

Beberapa jenis tumor jinak ini menyebabkan hati jadi membesar atau mengalami perdarahan ke dalam rongga perut.
Hati biasanya berfungsi secara normal, sehingga pemeriksaan darah memberikan hasil yang normal atau hanya terjadi peningkatan yang ringan dari kadar enzim-enzim hati.


Yang merupakan tumor jinak hati:

# Adenoma hepatoseluler
# Hemangioma

Yang merupakan tumor ganas hati:
# Hepatoma
# Kolangiokarsinoma
# Hepatoblastoma
# Angiosarkoma.


ADENOMA HEPATOSELULER

Adenoma Hepatoseluler adalah tumor jinak hati yang sering ditemukan.

Adenoma hepatoseluler terutama terjadi pada wanita usia produktif, kemungkinan karena penggunaan pil KB meningkatkan resiko terjadinya tumor ini.

Adenoma hepatoseluler biasanya tidak menunjukkan gejala, sehingga sebgaian besar tidak dapat terdeteksi.
Meskipun jarang, adenoma ini bisa pecah tiba-tiba dan menyebabkan perdarahan ke rongga perut, sehingga perlu dilakukan pembedahan darurat.

Adenoma sangat jarang berkembang menjadi tumor yang ganas.
Adenoma yang disebabkan oleh pil KB sering menghilang setelah pemakaian pil KB dihentikan.


HEMANGIOMA

Hemangioma adalah tumor jinak hati yang terbentuk dari massa pembuluh darah yang abnormal.

Sekitar 1-5% dewasa memiliki hemangioma hati yang kecil, yang tidak menimbulkan gejala-gejala.

Pada bayi, hemangioma yang besar kadang menimbulkan gejala yang mengarah kepada ditemukannya penyakit ini, seperti pembekuan darah yang menyebar luas dan kegagalan hati. Pada keadaan ini mungkin perlu dilakukan tindakan pembedahan.

Tumor ini biasanya terdiagnosis hanya jika penderita menjalani pemeriksaan USG atau CT scan.
Hemangioma kecil yang tidak menyebabkan gejala, biasanya tidak membutuhkan pengobatan.


KANKER HATI PRIMER LAINNYA

Kolangiokarsinoma

Merupakan kanker yang berasal dari lapisan saluran empedu di dalam hati atau di dalam saluran empedu.
Di negara Timur, infestasi hati oleh parasit (cacing pipih/cacing pita), diduga berperan pada terjadinya kanker ini.
Pada penderita kolitis ulserativa dan kolangitis sklerotik menahun, kadang terjadi kolangiokarsinoma.

Hepatoblastoma

Hepatoblastoma merupakan kanker yang lebih sering ditemukan pada bayi.
Kadang muncul pada anak-anak yang lebih besar dan bisa menghasilkan hormon gonadotropin yang akan menyebabkan terjadinya pubertas dini.
Hepatoblastoma biasanya terdeteksi karena menyebabkan menurunnya keadaan kesehatan secara umum dan menyebabkan terbentuknya massa yang besar di perut kanan bagian atas.

Angiosarkoma

Angiosarkoma adalah kanker yang jarang, yang berasal dari pembuluh darah di hati.
Angiosarkoma bisa disebabkan oleh pemaparan vinil klorida di tempat kerja.

Kolangiosarkoma, hepatoblastoma dan angiosarkoma bisa didiagnosis hanya dengan melakukan biopsi hati, dimana contoh jaringan hati diambil dengan sebuah jarum untuk diperiksa dibawah mikroskop.

Biasanya, pengobatan hanya sedikit membantu dan sebagian besar penderita meninggal dalam beberapa bulan setelah tumor terdeteksi.

Jika dapat terdeteksi secara dini, hanya terapi pembedahan yang dapat memberikan harapan hidup yang lebih panjang. 

Hepatoma : Kanker dari Sel-Sel Hati

Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler) adalah kanker yang berasal dari sel-sel hati.

Hepatoma merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemukan.

Karsinoma fibrolamelar merupakan jenis hepatoma yang jarang, yang biasanya mengenai dewasa muda.
Penyebabnya bukan sirosis, infeksi hepatitis B atau C maupun faktor resiko lain yang tidak diketahui.

PENYEBAB

Di daerah tertentu di Afrika dan Asia Tenggara, hepatoma lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan kanker hati metastatik dan merupakan penyebab kematian yang utama.
Di daerah-daerah tersebut, terdapat angka kejadian infeksi hepatitis virus B yang tinggi, yang meningkatkan resiko terjadinya hepatoma.

Infeksi menahun dari hepatitis C juga meningkatkan resiko terjadinya hepatoma.

Bahan-bahan karsinogenik (penyebab kanker) tertentu juga menyebabkan hepatoma.
Di daerah subtropis, dimana hepatoma banyak terjadi, makanan sering tercemar oleh bahan karsinogenik yang disebut aflatoksin, yang dihasilkan oleh sejenis jamur.

Di Amerika Utara, Eropa dan daerah lainnya dimana hepatoma jarang ditemukan, sebagian besar penderita hepatoma adalah pecandu alkohol dengan sirosis hati yang telah berlangsung lama.
Jenis sirosis lainnya juga berhubungan dengan hepatoma, tetapi sirosis bilier primer memiliki resiko yang lebih rendah jika dibandingkan dengan sirosis lainnya.

GEJALA
Biasanya gejala awal hepatoma adalah nyeri perut, penurunan berat badan dan terdapatnya suatu masssa yang besar, yang dapat dirasakan/diraba di perut kanan bagian atas.

Penderita yang sebelumnya menderita sirosis menahun, akan tampak sangat sakit.

Pada umumnya terdapat demam.

Kadang gejala awalnya berupa nyeri perut akut dan syok, yang disebabkan oleh pecahnya tumor atau perdarahan pada tumor
.
DIAGNOSA

Kadar alfa-fetoprotein darah pada penderita hepatoma tinggi.

Kadang pemeriksaan darah menunjukkan kadar gula darah yang rendah atau peningkatan kadar kalsium, lemak atau sel darah merah.

Pada awalnya, gejala yang ada tidak cukup untuk mengarah pada diagnosis. Tetapi jika teraba pembesaran hati, patut dicurigai suatu hepatoma, terutama jika terdapat sirosis menahun.

Pada pemeriksaan dengan stetoskop, kadang terdengar suara bising (bruit hepatik) dan suara gesekan (friction rubs).

USG dan CT Scan perut kadang dapat menemukan kanker yang belum menimbulkan gejala.
Di beberapa negara, dimana banyak terdapat virus hepatitis B (misalnya di Jepang), USG digunakan untuk menyaring penderita infeksi terhadap kanker hati.

Arteriografi hepatik bisa menunjukkan hepatoma dan terutama dilakukan sebelum pembedahan, untuk membantu menentukan lokasi yang pasti dari pembuluh darah hati.

Biopsi jaringan hati dapat memperkuat diagnosis. Resiko terjadinya perdarahan atau cedera lainnya pada saat melakukan biopsi pada umumnya rendah.

PENGOBATAN

Kadang penderita dengan tumor yang kecil dapat sembuh dengan baik setelah tumor diangkat melalui pembedahan.

Biasanya prognosis untuk hepatoma jelek karena tumor ditemukan pada stadium lanjut.(medicastore)




Kanker Hati Metastatik

Kanker Hati Metastatik adalah tumor-tumor yang telah menyebar ke hati dari bagian tubuh yang lain.

PENYEBAB

Tumor ganas metastatik pada umumnya berasal dari paru-paru, payudara, usus besar, pankreas dan lambung.

Leukimia dan kanker sel darah lainnya (misalnya limfoma), bisa juga menyebar ke hati.

Kadang ditemukannya tumor hati metastatik merupakan petunjuk adanya kanker lain pada penderita.



GEJALA


Gejala awalnya sering berupa penurunan berat badan dan berkurangnya nafsu makan.

Hati menjadi besar, keras dan tumpul.

Bisa juga terjadi demam.

Kadang limpa juga ikut membesar, terutama jika kanker berasal dari pankreas.

Rongga perut teregang, karena terisi oleh cairan (asites).

Jika kanker tidak menyumbat saluran empedu, tidak terdapat jaundice atau terdapat sakit kuning yang ringan.
Dalam beberapa minggu sebelum penderita meninggal, jaundice akan bertambah buruk.
Penderita juga akan kehilangan kesadaran dan mengantuk karena racun yang terkumpul dalam otak (ensefalopati hepatikum).

DIAGNOSA

Pada stadium akhir, kanker hati metastatik akan lebih mudah didiagnosis bila dibandingkan dengan kanker stadium awal.

USG, CT scan dan MRI hati bisa menunjukkan adanya kanker, tetapi tidak selalu dapat menemukan tumor-tumor yang kecil atau membedakan suatu tumor dari sirosis dan penyakit lainnya.

Tumor sering menyebabkan kelainan fungsi hati, yang bisa diketahui dari pemeriksaan darah.

Biopsi hati bisa isemperkuat diagnosa pada sekitar 75% kasus.
Untuk membantu memperoleh jaringan kanker dari hati, bisa dipandu oleh USG atau laparoskopi.

PENGOBATAN

Tergantung dari jenisnya, obat-obat anti kanker untuk sementara waktu dapat memperkecil ukuran tumor dan memperpanjang harapan hidup penderita, tetapi tidak mengobati kanker secara tuntas.

Obat anti kanker bisa disuntikan ke dalam arteri hepatika, yang akan mengalirkan obat dalam konsentrasi tinggi secara langsung ke sel-sel kanker di hati.
Tehnik ini lebih memungkinkan untuk memperkecil tumor dan menimbulkan lebih sedikit efek samping, tetapi belum terbukti bisa memperpanjang harapan hidup penderita.

Terapi radiasi (penyinaran) kadang dapat mengurangi nyeri yang hebat, tetapi tidak terlalu efektif.

Jika hanya ditemukan satu tumor, bisa diangkat melalui pembedahan, terutama jika kanker berasal dari usus.

Untuk kanker yang meluas, yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkannya. 



Hemangioma (Tumor Hati)

Hemangioma adalah tumor hati yang bukan kanker terdiri dari massa pada pembuluh darah tidak normal.

Di Amerika Serikat, sekitar 1 sampai 5 % orang dewasa memiliki hemangioma kecil yang tidak mempunyai gejala. Tumor ini biasanya dikenali hanya ketika ultrasonografi dan computed tomography (CT) dilakukan untuk sebab yang tidak ada hubungannya. Beberapa tumor tidak memerlukan pengobatan.

Hemangioma yang menyebabkan gejala-gejala sangat jarang. Pada bayi, hemangioma biasanya hilang dengan sendirinya. Meskipun begitu, kadang kala hemangioma besar dan menimbulkan gejala-gejala, seperti penggumpalan darah yang menyebar luas dan gagal jantung. Tumor ini membutuhkan pengobatan, yang bisa termasuk penggunaan obat-obatan, sebuah prosedur untuk menghambat suplai darah hemangioma, dan kadangkala dengan cara operasi.

Granuloma Hepatik (Hepatic Granulomas)

Granuloma Hepatik (Hepatic granuloma) adalah gumpalan kecil yang tidak normal pada sel yang terbentuk ketika gangguan tertentu ada.

PENYEBAB

Granuloma itu sendiri biasanya tidak menyebabkan masalah, tetapi gangguan yang menyebabkan mereka bisa terjadi. Granuloma memiliki banyak penyebab. Yang paling sering adalah obat-obatan, infeksi, dan gangguan tertentu yang mempengaruhi seluruh tubuh. tuberculosis dan schistosomiasis (yang adalah infeksi) dan sarcoidosis adalah penyebab paling umum. Granuloma bisa terjadi pada sirosis biliary primer.

Granuloma bisa terbentuk ketika sel pada sistem kekebalan tubuh bersamaan bereaksi terhadap iritan atau untuk pertahanan tubuh melawan benda asing di dalam hati. Peradangan dapat terjadi. Jika hal ini menyebar luas, hati bisa rusak, jaringan fibrous dan hipertensi portal terbentuk.

GEJALA


Granuloma sendiri biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala. Hati bisa sedikit membesar, dan penyakit kuning ringan (perubahan warna kekuningan pada kulit dan putih pada mata) bisa terbentuk. Gejala-gejala lain, jika terbentuk, dihasilkan dari gangguan yang menyebabkan granuloma. Granuloma disebabkan oleh sarcoidosis bisa muncul dengan tiba-tiba atau berlangsung lama untuk beberapa tahun tanpa menyebabkan gejala-gejala nyata apapun.

Radang hati idiopatic granuloma ( Idiopathic granulomatous hepatitis)adalah gangguan langka yang penyebabnya tidak diketahui. itu menyebabkan granuloma, demam, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala-gejala ini seringkali terjadi dengan sebentar-sebentar untuk beberapa tahun.

DIAGNOSA

Dokter menanyakan pertanyaan seputar penggunaan obat dan gangguan lain yang bisa menyebabkan granuloma. Dokter juga melakukan tes darah untuk meneliti fungsi hati dan tes imaging, seperti ultrasonografi, computed tomography (CT), atau magnetic resonance imaging (MRI). Meskipun begitu, hasilnya tidak meyakinkan. Biopsy (pengangkatan contoh kecil pada jaringan hati dengan jarum untuk diteliti di bawah mikroskop) diperlukan untuk memastikan diagnosa. Tes lain, seperti kultur, kemungkinan dibutuhkan untuk mengidentifikasikan penyebab.

PENGOBATAN

Gangguan yang mendasari diobati. Berhenti menggunakan obat atau menghilangkan infeksi biasanya menyebabkan granuloma hilang. Kadangkala kortikosteroid digunakan untuk mengobati sarcoidosis, tetapi apakah mereka mencegah gangguan tersebut dari perkembangan adalah tidak pasti. (medicastore)

Tumor Hati Hepatocellular Adenoma

Hepatocellular adenoma adalah tumor hati yang tidak bersifat kanker yang secara relatif tidak umum terjadi yang bisa disalahartikan sebagai kanker. Jarang, hal itu pecah atau berdarah menjadi bersifat kanker.

PENYEBAB

Hepatocellular adenoma terjadi sebagian besar pada wanita di usia melahirkan, terutama mereka yang menggunakan kontrasepsi oral.

GEJALA

Biasanya, tumor ini tidak menyebabkan gejala-gejala, sehingga kebanyakan menetap tidak terdeteksi. Adenoma besar bisa menyebabkan rasa sakit di bagian perut sebelah kanan. Jarang terjadi, hepatocellular adenoma tiba-tiba pecah dan berdarah ke dalam rongga perut, memerlukan operasi segera. Sangat jarang, tumor ini menjadi bersifat kanker.

DIAGNOSA

Adenoma biasanya dicurigai ketika pemeriksaan imaging, seperti ultrasonografi atau computed tomography (CT), dilakukan dan menunjukkan kelainan. Kadangkala biopsi diperlukan untuk memastikan diagnosa.

PENGOBATAN


Hepatocellular adenoma disebabkan oleh penggunaan kontrasepsi oral bisa hilang ketika wanita tersebut berhenti menggunakan obat tersebut. Jika adenoma adalah besar atau terlokasi dekat permukaan hati, operasi dianjurkan karena pendarahan dan kanker adalah resikonya.(medicastore) 

Kanker Hati Primer Lain

Kanker hati primer lainnya jarang atau langka. Untuk diagnosa, biopsi biasanya diperlukan. Kebanyakan orang dengan kanker ini mengalami diagnosa buruk. Jika kanker tidak menyebar, hal tersebut kadangkala bisa diangkat. Ketika bisa diangkat, orang bisa hidup beberapa tahuan atau lebih lama.

Cholangiocarcinoma adalah kanker yang tumbuh relatif lambat yang berasal dari lapisan kantung empedu di dalam atau di luar hati. Di Cina, infeksi cacing pita hati (parasit) memberi kontribusi perkembangan kanker ini. Orang dengan sclerosing cholangitis primer beresiko terbentuknya cholangiocarcinoma. Gejala-gejala pada kanker seringkali tidak jelas tetapi bisa termasuk kemunduran tiba-tiba pada kesehatan umum orang tersebut, adanya massa di bagian atas sebelah kanan perut, penyakit kuning (perubahan warna kekuning-kuningan pada kulit dan warna putih pada mata), kehilangan berat badan, dan perut tidak nyaman.

Fibrolamellar carcinoma adalah jenis langka pada hepatoma yang biasanya secara relatif mempengaruhi orang dewasa muda. Hal ini bukan disebabkan oleh sirosis yang telah ada sebelumnya, hepatitis B atau C, atau faktor resiko lainnya yang diketahui. Orang dengan fibrolamellar carcinoma biasanya lebih baik dibandingkan mereka yang menderita hepatoma jenis lain. Kebanyakan hidup beberapa tahun lagi setelah hepatoma diangkat.


Hepatoblastoma adalah kanker yang relatif sering terjadi pada bayi. Anak laki-laki yang terkena dua kali lebi sering dibandingkan pada anak perempuan. Kadangkala, hal itu terjadi pada anak yang lebih tua dan bisa menghasilkan hormon (disebut gonadotropin) yang menghasilkan pubertas dini (precocious). Tidak terdapat penyebab yang telah diidentifikasi. Dokter kemungkinan bisa mendiagnosa kanker ini berdasarkan peningkatan kadar alpha-fetoprotein dan hasil pada tes imaging.

Angiosarcoma adalah kanker langka yang berawal di pembuluh darah pada hati. Angiosarcoma kemungkinan disebabkan oleh bersentuhan dengan vinil klorida di tempat kerja, yang terjadi di pabrik polyvinyl klorida (PVC), atau bersentuhan dengan arsenik. Meskipun begitu, pada kebanyakan orang, tidak ada penyebab yang teridentifikasi.

DIAGNOSA

Hepatoblastoma biasanya diduga ketika seorang dokter merasa massa yang besar pada perut bagian atas bayi dan kesehatan umum bayi menurun.

Cholangiocarcinoma pada hati, hepatoblastoma, dan angiosarcoma didiagnosa dengan biopsi hati (pengangkatan contoh jaringan hati dengan jarum untuk diteliti di bawah mikroskop).

Cholangiocarcinoma pada kantung empedu di bagian luar hati biasanya didiagnosa dengan teknik sinar-X khusus (seperti endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) atau percutaneous transhepatic cholangiography) atau selama operasi. Pada dua pertiga orang dengan jenis kanker ini, kanker tersebut telah menyebar menuju kelenjar getah bening di sekitarnya bersamaan dengan hal ini terdeteksi.

PENGOBATAN

Biasanya, pengobatan pada kanker ini memberi sedikit efek, dan kebanyakan orang mati dalam beberapa bulan ketika kanker tersebut telah terdeteksi. Meskipun begitu, jika kanker tersebut terdeteksi relatif cepat, hal itu kemungkinan diangkat dengan cara operasi, menawarkan harapan bertahan hidup jangka panjang. 

Pembesaran Hati (Hepatomegali)


Pembesaran Hati (Hepatomegali) adalah membesarnya hati melebihi ukurannya yang normal.


PENYEBAB


Penyebab yang sering ditemukan:
- Alkoholisme
- Hepatitits A
- Hepatitis B
- Gagal jantung kongestif (CHF, congestive heart failure)
- Leukemia
- Neuroblastoma
- Sindroma Reye
- Karsinoma hepatoseluler
- Penyakit Niemann-Pick
- Intoleransi fruktosa bawaan
- Penyakit penimbunan glikogen
- Tumor metastatik
- Sirosis bilier primer
- Sarkoidosis
- Kolangitis sklerotik
- Sindroma hemolitik-uremik.

GEJALA

Hati yang membesar biasanya tidak menyebabkan gejala. Tetapi jika pembesarannya hebat, bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di perut atau perut terasa penuh.

Jika pembesaran terjadi secara cepat, hati bisa terasa nyeri bila diraba.

DIAGNOSA

Ukuran hati bisa diraba/dirasakan melalui dinding perut selama pemeriksaan fisik.

Jika hati teraba lembut, biasanya disebabkan oleh hepatitis akut, infiltrasi lemak, sumbatan oleh darah atau penyumbatan awal dari saluran empedu.

Hati akan teraba keras dan bentuknya tidak teratur, jika penyebabnya adalah sirosis.

Benjolan yang nyata biasanya diduga suatu kanker.

Pemeriksaan lainnya yang bisa dilakukan untuk membantu menentukan penyebab membesarnya hati adalah:
- rontgen perut
- CT scan perut
- tes fungsi hati.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. (medicastore)

Kelainan Pada Arteri Hepatika

Hati menerima seperempat pasokan darahnya dari arteri hepatika, yang berasal dari jantung. Tiga perempat bagian lainnya adalah dari vena porta, yang berasal dari usus. Darah dari usus mengandung bahan-bahan makanan yang telah dicerna untuk diolah di hati.

Darah meninggalkan hati melalui vena hepatika. Darah ini merupakan campuran darah dari arteri hepatika dan darah dari vena porta.

Vena hepatika mengalirkan darahnya ke vena kava (vena terbesar dalam tubuh), yang kemudian mengalirkannya ke dalam jantung.

Arteri hepatika memasok darah ke bagian tertentu dari hati, terutama jaringan penyokongnya dan dinding dari saluran empedu.
Penyempitan atau penyumbatan pada arteri atau percabangannya bisa menyebabkan kerusakan pada daerah tersebut.

PENYEBAB

Aliran darah melalui arteri hepatika bisa terhambat oleh karena trauma (misalnya luka tembak atau trauma pembedahan) atau oleh bekuan darah.
Bekuan darah biasanya disebabkan oleh peradangan dinding arteri (arteritis), atau karena obat anti kanker yang diberikan lewat infus, atau bahan racun maupun bahan iritan lainnya di dalam arteri.

Aneurisma juga dapat terjadi pada arteri hepatika.
Aneurisma merupakan penonjolan pada titik yang lemah dalam suatu arteri; aneurisma pada arteri hepatika biasanya disebabkan oleh infeksi, arteriosklerosis, cedera atau poliarteritis nodosa.

GEJALA

Aneurisma yang menekan saluran empedu di dekatnya, bisa mempersempit atau bahkan menyumbat saluran empedu dan menyebabkan jaundice karena aliran balik dari hati.

Tiga perempat dari aneurisma mengalami robekan dan sering menyebabkan perdarahan hebat.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN

Aneurisma diobati dengan memasukkan sebuah kateter ke dalam arteri hepatika dan menyuntikkan bahan iritatif yang menyebabkan penyumbatan.
Jika prosedur tersebut (embolisasi) gagal, dilakukan pembedahan untuk memperbaiki arteri.

Penyakit Veno-oklusif : Penyumbatan Vena Hati

Penyakit Veno-oklusif adalah penyumbatanpada vena-vena kecil di dalam hati.

Penyakit ini dapat terjadi di segala usia, tetapi lebih mungkin terjadi pada anak-anak usia 1-3 tahun, karena mereka memiliki pembuluh darah yang lebih kecil.

PENYEBAB

Penyumbatan bisa disebabkan oleh obat-obatan dan bahan lainnya yang bersifat racun terhadap hati, seperti daun Senecio (yang digunakan sebagai bahan pembuat teh herbal di Jamaika), dimetilnitrosamin, aflatoksin dan obat anti kanker (misalnya azatioprin).

Terapi radiasi (penyinaran) juga dapat menyebabkan sumbatan pada vena-vena kecil, Demikian pula halnya dengan antibodi yang dihasilkan selama penolakan terhadap pencangkokan hati.

Penyumbatan menyebabkan aliran balik darah dari hati dan mengurangi pasokan darah ke hati. Berkurangnya pasokan darai ini, pada akhirnya akan merusak sel-sel hati.

GEJALA


Penyumbatan vena-vena kecil menyebabkan hati dibanjiri oleh darah dan membengkak, sehingga akan timbul nyeri tumpul bila diraba atau ditekan.

Cairan dari permukaan hati yang membengkak bisa merembes dan terkumpul dalam perut, menyebabkan asites.

Penyumbatan ini juga menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam vena portal (hipertensi portal).
Tekanan yang tinggi ini dapat menyebabkan terbentuknya vena varikosa di kerongkongan (varises esofageal), yang bisa pecah dan mengalami perdarahan.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN

Satu-satunya pengobatan adalah menghentikan pemakaian bahan atau obat yang menyebabkan terjadinya penyumbatan.

PROGNOSIS

Yang khas adalah bahwa suatu penyumbatan akan menghilang dengan segera dan penderita akan sembuh dengan atau tanpa pengobatan.
Tetapi beberapa penderita meniggal karena kegagalan hati.
Pada penderita lainnya, tekanan darah dalam vena portal tetap tinggi dan menyebabkan sirosis.

Perjalanan penyakitnya tergantung kepada luasnya kerusakan dan dapat atau tidak kerusakan tersebut mengalami kekambuhan.

Yang lebih sering ditemukan adalah penyakit yang menahun, terutama jika penyebabnya adalah pemakaian teh herbal yang mengandung racun alkaloid.

Sindroma Budd-Chiari

Sindroma Budd-Chiari adalah kelainan yang jarang terjadi, dimana ditemukan penyumbatan parsial atau penyumbatan total dari vena-vena besar di hati, yang biasanya disebabkan oleh bekuan darah.

PENYEBAB

Biasanya penyebab dari sindroma Budd-Chiari ini tidak diketahui.

Kadang-kadang penderita memiliki suatu keadaan yang menyebabkan meingkatnya kecenderungan terbentuknya bekuan darah, seperti kehamilan atau penyakit sel sabit.

Pada kasus yang jarang, vena-vena sesungguhnya tidak tersumbat, tetapi penderita tidak memiliki vena dan hal ini merupakan suatu cacat bawaan.

Kurang dari sepertiga penderita akan bertahan hidup selama 1 tahun tanpa pengobatan yang efektif.

GEJALA

Gejalanya bisa dimulai secara tiba-tiba dan mematikan, tetapi biasanya timbul secara bertahap.

Hati membengkak karena banyak mengandung darah dan bila diraba timbul nyeri tumpul.

Cairan akan merembes dari permukaan yang membengkak ke dalam rongga perut.

Dapat terjadi nyeri perut dan jaundice (sakit kuning).

Darah yang terkumpul dalam hati akan menyebabkan peningkatan tekanan vena porta.
Perdarahan dari vena varikosa di kerongkongan (varises esofageal) bisa baru terjadi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian.

Setelah beberapa bulan, jaundice, demam dan gejala kegagalan hati lainnya akan muncul.

Kadang bekuan darah tersebut demikian besarnya sehingga menyumbat vena kava inferior (vena terbesar bagian bawah yang masuk ke jantung). Penyumbatan ini menyebabkan pembengkakan tungkai dan perut.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang khas.

Foto rontgen vena diambil setelah penyuntikan zat radioopak yang akan menunjukan lokasi sumbatan tersebut.

MRI scan juga dapat membantu dalam menegakkan diagnosis.

Biopsi hati dan USG bisa membantu membedakan sindroma Budd-Chiari dari penyakit lain yang serupa.

PENGOBATAN

Jika vena mengalami penyempitan, diberikan antikoagulan (obat yang mencegah terbentuknya bekuan) atau trombolitik (obat yang melarutkan bekuan).

Pada beberapa kasus, dilakukan pembedahan untuk menghubungkan vena porta dengan vena kava, sehingga mengurangi penekanan pada vena porta melalui jalan pintas di hati.

Pengobatan paling efektif adalah pencangkokan hati. 

Trombosis Vena Porta : Sumbatan Vena Porta

Trombosis Vena Porta adalah sumbatan pada vena porta yang disebabkan karena adanya bekuan darah.

PENYEBAB

Penyumbatan dapat disebabkan oleh:

1. Sirosis
2. Kanker hati, kanker pankreas atau kanker lambung
3. Peradangan saluran empedu (kolangitis)
4. Peradangan pankreas (pankreatitis)
5. Abses hati.

Pada bayi baru lahir, trombosis vena porta bisa merupakan akibat dari infeksi pada pusar.

Trombosis vena porta dapat terjadi pada wanita hamil, terutama pada mereka yang mengalami eklamsi (suatu keadaan yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, ditemukannya protein dalam air kemih, penahanan cairan, kejang dan kadang koma).

Trombosis vena porta juga dapat pada berbagai kondisi dimana terjadi aliran darah balik pada vena porta, seperti:
- sindroma Budd-Chiari
- gagal jantung kronik,
- perikarditis konstriktiva menahun.

Kecenderungan terbentuknya bekuan darah yang abnormal juga bisa menyebabkan trombosis vena porta.

GEJALA

Karena vena porta memasok tiga perempat dari pasokan darah hati, maka penyumbatan sebagian maupun penyumbatan total pada vena bisa merusak sel-sel hati; tergantung kepada lokasinya, ukuran bekuannya dan kecepatan terbentuknya bekuan.
Penyumbatan akan meningkatkan tekanan di dalam vena porta dan vena-vena lainnya.

Vena di kerongkongan akan membesar.
Gejala awal dari penyakit ini sering berupa perdarahan dari vena varikosa di kerongkongan bagian bawah (varises esofageal).
Perdarahan ini menyebabkan batuk darah atau muntah darah.

Limpa biasanya membesar, terutama pada anak-anak.

Pada sekitar sepertiga penderita, penyumbatan berkembang dengan lambat, sehingga memungkinkan terbentuknya saluran darah lainnya (pembuluh kolateral) di sekitar penyumbatan dan pada akhirnya vena porta kembali terbuka. Meskipun demikian, hipertensi portal tetap ada.

DIAGNOSA

Jika penderita mengalami hipertensi portal dan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati menunjukkan hasil yang normal, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah trombosis vena porta.

Penyumbatan bisa dilihat pada pemeriksaan USG dan CT scan.

Diagnosis diperkuat dengan pemeriksaan angiografi, dimana foto rontgen vena diambil setelah penyuntikan bahan radiopak ke dalam vena porta.

PENGOBATAN

Pengobatan ditujukan untuk mengurangi tekanan di dalam vena porta dan mencegah perdarahan akibat varises esofageal.

Yang pertama kali dilakukan adalah mencoba menutup vena varikosa dengan menggunakan tali karet atau menyuntikan suatu bahan kimia melalui endoskopi.

Pembedahan diperlukan untuk membuat hubungan (shunt) antara vena porta dengan vena cava, sehingga darah tidak melewati hati dan mengurangi tekanan vena porta. Tetapi pembedahan bypass meningkatkan resiko terjadinya ensefalopati hepatikum (kerusakan otak karena penyakit hatil). 

Ischemic Cholangiopathy : Kerusakan Pada Pembuluh Empedu

Ischemic cholangiopathy adalah kerusakan pada salah satu atau lebih pembuluh empedu disebabkan oleh aliran darah yang tidak tercukupi.

Pembuluh empedu (seperti pembuluh hati dan pembuluh empedu umum), tidak seperti hati, disuplai oleh darah hanya dari salah satu pembuluh darah besar, arteri hepatic. Dengan demikian, gangguan pada aliran darah melalui arteri hati bisa mencegah pembuluh empedu dari memperoleh cukup oksigen. Sebagai konsekwensi, sel yang melapisi pembuluh rusak atau mati-gangguan ini disebut ischemic cholangiopathy. Aliran darah bisa terganggu dengan hal-hal di bawah ini :

* Luka dari terapi radiasi
* Gangguan yang membuat darah lebih mudah menggumpal (gangguan penggumpalan darah).
* Prosedur untuk menyumbat pembuluh darah yang menyebabkan terbentuknya penggumpalan (embolization).

Ischemic cholangiopathy sangat sering terlihat pada mereka yang mengalami transplantasi hati.


GEJALA


Kerusakan pembuluh empedu menyempit (menyebabkan penyempitan) sehingga aliran pada empedu lambat atau tersumbat. Akibatnya, pigmen empedu (bilirubin) tertahan, kulit dan bagian putih mata menjadi kuning (disebut jaundice) dan air kemih menjadi hitam. Ketika empedu (mengandung pigmen seperti bilirubin) tidak masuk ke usus kecil, kotoran menjadi pucat. Rasa gatal (diistilahkan pruritus) sering terjadi, sering dimulai pada tangan dan kaki tetapi biasanya mempengaruhi seluruh tubuh. Rasa gatal khususnya memburuk di malam hari. Infeksi pembuluh empedu (cholangitis) bisa juga terjadi, menghasilkan sakit perut, menggigil dan demam.

DIAGNOSA

Diagnosa berasal dari gejala-gejala dan hasil pemeriksaan darah abnormal, khususnya pada orang yang mengalami kondisi yang membuat ischemic cholangiopathy lebih mungkin (misalnya, penerima cangkok hati). Ultrasonografi menolong dokter menggambarkan pembuluh, tetapi hasilnya kemungkinan tidak meyakinkan. Penentuani yang lebih baik seringkali membutuhkan magnetic resonance imaging pada pembuluh empedu (prosedur yang disebut magnetic resonance cholangiopancreatography atau MRCP) atau endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). ERCP meliputi memasukkan pembuluh pelihat elastis (endoskopi) melalui mulut dan ke dalam usus kecil dan menyuntikkan pewarna ke dalam sistem pembuluh empedu.

PENGOBATAN

Sebagai tambahan untuk mendeteksi penyempitan pembuluh empedu, ERCP bisa digunakan di dalam pengobatan. Kabel dengan balon kosong pada ujungnya dimasukkan melalui endoskopi; dokter memompa balon tersebut untuk melebarkan penyempitan (dilate). Pembuluh penghubung (stent) kemudian menjaga pembuluh terbuka.

Orang yang pernah mengalami transplantasi hati sewaktu-waktu memerlukan transplantasi lain. (medicastore)

Hepatitis : Peradangan Hati

Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab.

Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut hepatitis kronis.

PENYEBAB

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E.
Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus.
Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Virus hepatitis A terutama menyebar melalui tinja. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan.
Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

Virus hepatitis B penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah.
Penularan biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).

Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan.

Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B.
Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

Virus hepatitis C menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah.
Virus ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual.
Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita penyakit hati alkoholik seringkali menderita hepatitis C.

Virus hepatitis D hanya terjadi sebagi rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat.
Yang memiliki resiko tinggi terhadap virus ini adalah para pecandu obat.

Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.



Hepatitis Alkoholik

Penyakit Hati Alkoholik adalah kerusakan hati yang disebabkan oleh minum alkohol dalam jumlah yang sangat banyak.

PENYEBAB
Penyakit hati alkoholik sering terjadi dan merupakan masalah kesehatan yang bisa dicegah. Secara umum, jumlah alkohol yang dikonsumsi (berapa banyak dan berapa sering), menunjukkan resiko dan derajat kerusakan hati.


Kerusakan hati pada wanita lebih jelas terlihat daripada pada laki-laki.

Pada wanita yang mengkonsumsi alkohol selama bertahun-tahun, kerusakan hati terjadi bila sehari minum sebanyak 2/3 ons alkohol murni. Sedangkan pada laki-laki, kerusakan hati terjadi bila dalam sehari mengkonsumsi sebanyak 2 ons alkohol murni. Tetapi banyaknya alkohol yang dapat merusak hati, bervariasi pada setiap orang.

Alkohol bisa menyebabkan 3 jenis kerusakan hati, yaitu:

1. Pengumpulan lemak (fatty liver)
2. Peradangan (hepatitis alkoholik)
3. Pembentukan jaringan parut (sirosis).


Alkohol menyediakan kalori tanpa zat gizi yang penting, menurunkan nafsu makan dan menyebabkan buruknya penyerapan zat-zat makanan karena efek racunnya pada usus dan pankreas. Sebagai akibatnya, orang yang secara rutin mengkonsumsi alkohol tanpa makan yang memadai, akan mengalami kekurangan gizi.

GEJALA
Secara umum, gejalanya tergantung dari berapa lama dan berapa jumlah alkohol yang telah diminum. Peminum berat biasanya menunjukkan gejala awal pada usia 30an dan cenderung mengalami masalah yang berat pada umur 40an.

Pada laki-laki, alkohol akan menyebabkan efek yang mirip dengan yang dihasilkan oleh terlalu banyaknya estrogen dan terlalu sedikitnya testosteron, yaitu penciutan buah zakar dan pembesaran payudara.

Orang yang hatinya rusak karena pengumpulan lemak (fatty liver), biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala.
Pada sepertiga kasus ini, hati membesar dan kadang-kadang teraba lunak.

Peradangan hati yang disebabkan oleh alkohol (hepatitis alkkoholik), bisa menyebabkan demam, sakit kuning, peningkatan jumlah sel darah putih dan pembesaran hati yang teraba lunak dan terasa nyeri.
Pada kulit akan tampak pembuluh balik yang menyerupai gambaran laba-laba.

Orang yang hatinya rusak karena pembentukan jaringan parut (sirosis), bisa menunjukkan sedikit gejala atau gambaran dari hepatitis alkoholik. Beberapa diantaranya mungkin juga mengalami komplikasi dari sirosis alkoholik, yaitu:
- hipertensi portal dengan pembesaran limpa
- asites (pengumpulan cairan dalam rongga perut)
- gagal ginjal sebagai akibat dari gagal hati (sindroma hepatorenalis)
- kebingungan (gejala utama dari ensefalopati hepatikum) atau
- kanker hati (hepatoma).

Jika penderita terus mengkonsumsi alkohol, kerusakan hati akan terus berkembang dan mungkin akan berakibat fatal.
Jika penderita berhenti minum alkohol, beberapa kerusakan hati (kecuali jaringan parut) bisa membaik dengan sendirinya, dan penderita memiliki harapan hidup yang lebih lama.

DIAGNOSA
Pada beberapa kasus, untuk menegakkan diagnosis perlu dilakukan biopsi hati. Sebuah jarum berlubang dimasukkan melalui kulit dan sebagian kecil jaringan hati diambil untuk diperiksa dengan mikroskop.

Hasil pemeriksaan fungsi hati bisa normal atau abnormal.
Pada peminum alkohol, kadar enzim gamma-glutamil transopeptidase dalam darah bisa meningkat.

Petunjuk lainnya adalah jumlah sel darah merah yang cenderung lebih banyak dari nomal.
Faktor pembeku dalam darah bisa berkurang.

PENGOBATAN
Satu-satunya pengobatan untuk penyakit ini adalah berhenti minum alkohol. Tentu akan sangat sulit untuk melakukannya, dan kebanyakan penderita harus ikut serta dalam program formal untuk berhenti minum.(medicastore)

Hepatitis Akut

Hepatitis Virus Akut adalah peradangan hati karena infeksi oleh salah satu dari kelima virus hepatitis (virus A, B, C, D atau E); peradangan muncul secara tiba-tiba dan berlangsung hanya selama beberapa minggu.

PENYEBAB

Virus hepatitis A, B, C, D atau E.

Virus Hepatitis B

GEJALA

Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba, berupa:
- penurunan nafsu makan
- merasa tidak enak badan
- mual
- muntah
- demam.
Kadang terjadi nyeri sendi dan timbul biduran (gatal-gatal kulit), terutama jika penyebabnya adalah infeksi oleh virus hepatitis B.

Beberapa hari kemudian, air kemih warnanya berubah menjadi lebih gelap dan timbul kuning (jaundice).

Pada saat ini gejala lainnya menghilang dan penderita merasa lebih baik, meskipun sakit kuning semakin memburuk.

Bisa timbul gejala dari kolestasis (terhentinya atau berkurangnya aliran empedu) yang berupa tinja yang berwarna pucat dan gatal di seluruh tubuh.
Jaundice biasanya mencapai puncaknya pada minggu ke 1-2, kemudian menghilang pada minggu ke 2-4.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan darah terhadap fungsi hati.
Pada pemeriksaan fisik, hati teraba lunak dan kadang agak membesar.

Diagnosis pasti diperoleh jika pada pemeriksaan darah ditemukan protein virus atau antibodi terhadap virus hepatitis.

PENGOBATAN

Jika terjadi hepatitis akut yang sangat berat, maka penderita dirawat di rumah sakitl; tetapi biasanya hepatitis A tidak memerlukan pengobatan khusus.

Setelah beberapa hari, nafsu makan kembali muncul dan penderita tidak perlu menjalani tirah baring.
Makanan dan kegiatan penderita tidak perlu dibatasi dan tidak diperlukan tambahan vitamin.

Sebagian besar penderita bisa kembali bekerja setelah jaundice menghilang, meskipun hasil pemeriksaan fungsi hati belum sepenuhnya normal.


PROGNOSIS

Hepatitis virus akut bisa menyebabkan berbagai keadaan, bisa berupa sakit ringan yang menyerupai influenza atau kegagalan hati yang bisa berakibat fatal.
Secara umum, hepatitis B lebih serius dibandingkan hepatitis A dan kadang berakibat fatal, terutama pada penderita usia lanjut.
Perjalanan penyakit hepatitis C tidak dapat diduga; hepatitis C akut biasanya ringan, tetapi fungsi hati bisa membaik dan memburuk secara bergantian selama berbulan-bulan.

Penderita hepatitis virus akut biasanya mengalami perbaikan setelah 4-8 minggu, meskipun tidak mendapatkan pengobatan.
Hepatitis A jarang menjadi kronis. Pada 5-10% penderita, hepatitis B menjadi kronis dan sifatnya bisa ringan atau berat. Sekitar 75% kasus hepatitis C menjadi kronis.

Hepatitis C biasanya ringan dan tanpa gejala, tetapi sekitar 20% penderita akhirnya mengalami sirosis.

Penderita hepatitis virus akut bisa menjadi pembawa virus (karier). Pada keadaan ini, tidak ditemukan gejala tetapi penderita masih terinfeksi.
Karier hanya terjadi pada virus hepatitis B dan C. Pembawa virus A menahun pada akhirnya bisa menderita kanker hati.

PENCEGAHAN

Kebersihan yang baik bisa membantu mencegah penyebaran virus hepatitis A. Tinja penderita sangat infeksius.
Di sisi lain, penderita tidak perlu diasingkan; pengasingan penderita hanya sedikt membantu penyebaran hepatitis A, tetapi sama sekali tidak mencegah penyebaran hepatitis B maupun C.

Kemungkinan terjadinya penularan infeksi melalui transfusi darah bisa dikurangi dengan menggunakan darah yang telah melalui penyaringan untuk hepatitis B dan C.

Vaksinasi hepatitis B merangsang pembentukan kekebalan tubuh dan memberikan perlindungan yang efektif.
Vaksinasi hepatitis A diberikan kepada orang-orang yang memiliki resiko tinggi, misalnya para pelancong yang mengunjungi daerah dimana penyakit ini banyak ditemukan.
Untuk hepatitis C, D dan E belum ditemukan vaksin.

Bagi yang belum mendapatkan vaksinasi tetapi telah terpapar oleh hepatitis, bisa mendapatkan sediaan antibodi untuk perlindungan, yaitu globulin serum. Pemberian antibodi bertujuan untuk memberikan perlindungan segera terhadap hepatitis virus.

Kepada bayi yang lahir dari ibu yang menderita hepatitis B diberikan imun globulin hepatitis B dan vaksinasi hepatitis B. Kombinasi ini bisa mencegah terjadinya hepatitis B kronis pada sekitar 70% bayi. (medicastore)

Hepatitis Kronis

Hepatitis Kronis adalah peradangan yang berlangsung selama minimal 6 bulan.

Hepatitis kronis lebih jarang ditemukan, tetapi bisa menetap sampai bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun.

Biasanya ringan dan tidak menimbulkan gejala ataupun kerusakan hati yang berarti. Pada beberapa kasus, peradangan yang terus menerus secara perlahan menyebabkan kerusakan hati dan pada akhirnya terjadilah sirosis dan kegagalan hati.

PENYEBAB
Penyebab yang sering ditemukan adalah virus hepatitis C; sekitar 75% hepatitis C akut menjadi kronis.
Virus hepatitis B kadang bersamaan dengan virus hepatitis D, menyebabkan sejumlah kecil infeksi kronis.
Virus hepatitis A dan E tidak menyebabkan hepatitis kronis.

Virus Hepatitis B

Obat-obat seperti metildopa, isoniazid, nitrofurantoin dan asetaminofen juga menyebabkan hepatitis kronis, terutama jika digunakan untuk jangka panjang.

Penyakit Wilson merupakan penyakit keturunan yang melibatkan penimbunan tembaga yang abnormal, yang biisa menyebabkan hepatitis kronis pada anak-anak dan dewasa muda.

Belum diketahui penyebab yang pasti mengapa virus dan obat yang sama akan menyebabkan hepatitis kronis pada beberapa orang, tetapi tidak pada yang lainnya. Salah satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa pada orang yang menderita hepatitis kronis, sistem kekebalan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap infeksi virus atau obat-obatan.

Pada beberapa penderita hepatitis kronis tidak dapat ditemukan penyebabnya yang pasti. Penyakit ini tampaknya merupakan reaksi sistem kekebalan yang berlebihan, yang menyebabkan terjadinya peradangan menahun.
Keadaan ini disebut sebagai hepatitis autoimun, yang lebih banyak ditemukan pada wanita.

GEJALA
Sekitar sepertiga hepatitis kronis timbul setelah suatu serangan hepatitis virus akut. Yang lainnya timbul secara bertahap tanpa penyakit yang jelas sebelumnya.

Banyak penderita hepatitis kronis yang tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Bila timbul gejala, bisa berupa:
- perasaan tidak enak badan
- nafsu makan yang buruk
- kelelahan.

Kadang terjadi demam ringan dan rasa tidak nyaman di peruta bagian atas.
Sakit kuning (jaundice) bisa terjadi, bisa juga tidak.

Pada akhirnya akan timbul gambaran penyakit hati menahun:
- pembesaran limpa
- gambaran pembuluh darah yang menyerupai laba-laba di kulit
- penimbunan cairan.

Gejala lainnya yang timbul pada wanita muda penderita hepatitis autoimun:
- jerawat
- terhentinya siklus menstruasi
- nyeri sendi
- pembentukan jaringan parut di paru-paru
- peradangan kelenjar tiroid dan ginjal
- anemia.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan tes fungsi hati.

Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan biopsi hati.
Dengan memeriksa jaringan hati dibawah mikroskop, akan diketahui beratnya peradangan dan adanya pembentukan jaringan parut maupun sirosis. Biopsi juga bisa menentukan penyebab dari hepatitis.

PENGOBATAN
Banyak penderita hepatitis kronis yang selama bertahun-tahun tidak menunjukkan kerusakan hati yang progresif.
Penderita lainnya mengalami perburukan penyakit secara bertahap. Jika hal ini terjadi dan penyakit terjadi akibat infeksi virus hepatitis B atau C, maka untuk menghentikan peradangan diberikan interferon-alfa. Tetapi obat ini mahal dan memiliki efek samping; selain itu hepatitis cenderung kambuh kembali jika pengobatan dihentikan.
Pengobatan yang lebih baik adalah ribavirin bersamaan dengan interferon-alfa.

Hepatitis autoimun biasanya diobati dengan corticosteroid, kadang dikombinasikan dengan azathioprin. Obat ini menekan peradangan, meringankan gejala dan memperbaiki angka harapan hidup penderita. Tetapi pembentukan jaringan parut (fibrosis) di hati secara bertahap akan semakin memburuk.

Menghentikan pengobatan biasanya menyebabkan kekambuhan, sehingga sebagian besar penderita harus mengkonsumsi obat ini terus menerus.

Sekitar 50% penderita hepatitis autoimun akan mengalami sirosis, kegagalan hati atau keduanya.

Jika diduga penyebabnya adalah obat, maka pemakaian obat segera dihentikan.

Tanpa menghiraukan penyebab maupun jenisnya, setiap komplikasi (misalnya asites atau ensefalopati hepatikum) harus diobati. (medicastore)

Hepatitis A

Tipe A (infeksi atau hepatitis dengan inkubasi pendek) banyak diderita kaum homoseksual dan penderita virus HIV. Masa inkubasi adalah 15-50 hari, rata-rata adalah 30 hari. Merupakan penyakit non kronik.

PENYEBAB
Hepatitis A Virus (HAV). HAV ditemukan dalam feses dari penderita hepatitis A. Melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh HAV.

GEJALA
Umumnya tidak ada gejala pada anak-anak. Orang dewasa mungkin mengalami gejala seperti flu dengan sakit perut, penyakit kuning, urin berwarna hitam dan mual.

DIAGNOSA
Ditanyakan gejalanya bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan dilakukan biopsi.

PENGOBATAN
Penyakit ini akan sembuh sendiri setelah beberapa minggu.

PENCEGAHAN
Vaksin hepatitis A merupakan perlindungan terbaik. Proteksi jangka pendek terhadap hepatitis A adalah dari imunoglobulin. Dapat diberikan sebelum dan selama kontak dengan HAV. Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setelah dari kamar mandi dan sebelum menyiapkan makanan. 

Hepatitis B

Tipe B (serum atau hepatitis dengan masa inkubasi panjang) juga banyak diderita oleh pengidap virus HIV-positif. Pemeriksaan darah yang rutin dilakukan dapat mengurangi kasus yang disebabkan oleh transfusi. Tingkat kekronikan pada penderita 10% pada orang dewasa, 50% pada anak berumur kurang dari 5 tahun dan 80-90% pada bayi.

PENYEBAB
Hepatitis B Virus (HBV). Transfusi darah dan pasien hemodialisis. Penularan melalui suntikan yang digunakan bergantian oleh pencandu obat-obatan terlarang merupakan penyebab terbesar. Anak dari ibu penderita hepatitis B.
GEJALA
Mungkin tidak muncul atau muncul tiba-tiba gejala seperti flu, demam, penyakit kuning, urin berwarna hitam dan feses berwarna hitam kemerahan. Pembengkakan pada hati.

DIAGNOSA
Ditanyakan gejalanya bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan dilakukan biopsi.

PENGOBATAN
Interferon alpha atau lamivudine.

PENCEGAHAN
Perlindungan terbaik adalah vaksin hepatitis B. Jangan berganti-ganti pasangan. Lakukan pemeriksaan darah untuk hepatitis B pada wanita hamil sehingga calon bayi dapat diberikan hepatitis B imunoglobulin dan vaksinasi 12 jam setelah lahir. Jangan mendonorkan darah bila mempunyai penyakit hepatitis B. 

Hepatitis C

Hepatitis C Adalah penyakit yang diderita oleh 20% dari penderita hepatitis virus dan selebihnya pada kasus transfusi darah. Inkubasi selama 14-182 hari, rata-rata 42-49 hari.

PENYEBAB
Hepatitis C virus (HCV). Ditularkan melalui hubungan intim. Kontak dengan darah yang terinfeksi HCV

GEJALA
Kebanyakan orang tidak memiliki gejala akut. 20 % mengalami penyakit kuning, 30% mengalami gejala seperti flu. Mengalami pembengkakan hati.

DIAGNOSA
Ditanyakan gejalanya bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan dilakukan biopsi.

PENGOBATAN
Interferon (Alferon N) dan ribavirin.

PENCEGAHAN
Tidak ada vaksin untuk hepatitis C. Cara untuk mencegah adalah dengan mengurangi resiko paparan dengan virus yaitu dengan mencegah perilaku berbagi jarum atau alat-alat pribadi seperti sikat gigi, alat cukur dan gunting kuku dengan orang yang terinfeksi. (medicastore)

Hepatitis D

Tipe D (hepatitis delta) merupakan 50% hepatitis tiba-tiba dan parah, dengan angka kematian yang tinggi. Di Amerika serikat, 1% dari penderita hepatitis D mati dengan gagal hati dalam waktu 2 minggu dan infeksi kebanyakan menyerang para pemakai obat-obatan intravena dan penderita hemofilia. Masa inkubasi adalah 1-90 hari. Tingkat keparahan mencapai 2-70%.

PENYEBAB
Hepatitis D Virus (HDV). Melalui hubungan intim dengan penderita dan pada homoseksual. Menggunakan jarum dan obat-obatan secara bersamaan. Bayi dari wanita penderita hepatitis D.

GEJALA
Biasanya muncul secara tiba-tiba gejala seperti flu, demam, penyakit kuning, urin berwarna hitam dan feses berwarna hitam kemerahan. Pembengkakan pada hati.

DIAGNOSA
Ditanyakan gejalanya bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan dilakukan biopsi.

PENGOBATAN
Interferon-alfa dan transplantasi hati.

PENCEGAHAN
Vaksinasi hepatitis B HBV-HDV co-infeksi HBV-HDV super-infeksi (medicastore)


Hepatitis E

Hepatitis Tipe E, banyak menyerang orang yang kembali dari daerah endemis seperti India, Afrika, Asia, Amerika Tengah. Dan lebih banyak diderita oleh anak-anak dan wanita hamil. Masa inkubasi 15-60 hari, rata-rata adalah 40 hari. Merupakan penyakit non-kronik.

PENYEBAB

Hepatitis E virus (HEV). Ditemukan di feses orang atau hewan pengidap hepatitis E. Makanan dan minuman yang terkontaminasi HEV.

GEJALA

Biasanya muncul tiba-tiba. Umumnya tidak ada gejala pada anak-anak. Orang dewasa mungkin mengalami gejala seperti flu dengan sakit perut, penyakit kuning, urin berwarna hitam dan mual.

DIAGNOSA
Ditanyakan gejalanya bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan dilakukan biopsi.

PENGOBATAN
Tidak ada. Biasanya akan sembuh setelah beberapa minggu atau bulan.

PENCEGAHAN
Selalu cuci tangan dengan sabun dan air. Cuci buah dan sayuran sebelum dimakan mentah. Selalu gunakan air bersih.(medicastore)

Hepatitis G

Hepatitis G adalah penyakit inflamasi hati yang baru ditemukan.

PENYEBAB
Disebabkan oleh hepatitis G virus (HGV), yang mirip dengan virus hepatitis C. Kontak dengan darah yang terinfeksi HGV

GEJALA
Kebanyakan orang tidak memiliki gejala akut. Sebanyak 20 % dari penderita hepatitis C juga menderita hepatitis ini.


DIAGNOSA
Metode yang digunakan untuk mendeteksi HGV sangat komplek untuk mengetahui adanya antibodi HGV.

PENGOBATAN
Tidak ada perawatan spesifik untuk penyakit hepatitis akut ini. Penderita harus banyak istirahat, menghindari alkohol dan makan makanan bergizi.

PENCEGAHAN
Hepatitis G ditularkan melalui infeksi melalui darah. Pencegahannya dengan menghindari kontak dengan darah yang terkontaminasi. Jangan gunakan jarum suntik atau peralatan lain secara bersamaan.  

Batu Empedu : Apa Yang Perlu Anda Ketahui?

Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis.

PENYEBAB

Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor resikonya adalah :
- usia lanjut
- kegemukan (obesitas)
- diet tinggi lemak
- faktor keturunan.

Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium.

Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan diluar empedu.

Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu.

Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan pengangkatan kandung empedu.

Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau infeksi hati.

Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya.

GEJALA

Sebagian besar batu empedu dalam jangka waktu yang lama tidak menimbulkan gejala, terutama bila batu menetap di kandung empedu.

Kadang-kadang batu yang besar secara bertahap akan mengikis dinding kandung empedu dan masuk ke usus halus atau usus besar, dan menyebabkan penyumbatan usus (ileus batu empedu).

Yang lebih sering terjadi adalah batu empedu keluar dari kandung empedu dan masuk ke dalam saluran empedu.

Dari saluran empedu, batu empedu bisa masuk ke usus halus atau tetap berada di dalam saluran empedu tanpa menimbulkan gangguan aliran empedu maupun gejala.

Jika batu empedu secara tiba-tiba menyumbat saluran empedu, maka penderita akan merasakan nyeri.

Nyeri cenderung hilang-timbul dan dikenal sebagai nyeri kolik.
Nyeri timbul secara perlahan dan mencapai puncaknya, kemudian berkurang secara bertahap. Nyeri bersifat tajam dan hilang-timbul, bisa berlangsung sampai beberapa jam.
Lokasi nyeri berlainan, tetapi paling banyak dirasakan di perut atas sebelah kanan dan bisa menjalar ke bahu kanan.

Penderita seringkali merasakan mual dan muntah.
Jika terjadi infeksi bersamaan dengan penyumbatan saluran, maka akan timbul demam, menggigil dan sakit kuning (jaundice).

Biasanya penyumbatan bersifat sementara dan jarang terjadi infeksi.
Nyeri akibat penyumbatan saluran tidak dapat dibedakan dengan nyeri akibat penyumbatan kandung empedu.

Penyumbatan menetap pada duktus sistikus menyebabkan terjadinya peradangan kandung empedu (kolesistitis akut).

Batu empedu yang menyumbat duktus pankreatikus menyebabkan terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis), nyeri, jaundice dan mungkin juga infeksi.

Kadang nyeri yang hilang-timbul kambuh kembali setelah kandung empedu diangkat, nyeri ini mungkin disebabkan oleh adanya batu empedu di dalam saluran empedu utama.

DIAGNOSA

Pemeriksaan terbaik untuk menemukan batu empedu adalah dengan pemeriksaan USG dan kolesistografi.

Pada kolesistografi, foto rontgen akan menunjukkan jalur dari zat kontras radioopak yang telah ditelan, diserap di usus, dibuang ke dalam empedu dan disimpan di dalam kandung empedu.

Jika kandung empedu tidak berfungsi, zat kontras tidak akan tampak di dalam kandung empedu. Jika kandung empedu berfungsi, maka batas luar dari kandung empedu akan tampak pada foto rontgen.

Diagnosis batu di dalam saluran empedu ditegakkan berdasarkan adanya nyeri perut, jaundice, menggigil dan demam.
Hasil pemeriksaan darah biasanya menunjukkan pola fungsi hati yang abnormal, yang menunjukkan adanya penyumbatan saluran empedu.

Beberapa pemeriksaan lainnya yang bisa memberikan informasi tambahan untuk membuat diagnosis yang pasti adalah:
- USG
- CT scan
- berbagai teknik foto rontgen yang menggunakan zat kontras radioopak untuk menggambarkan saluran empedu.

PENGOBATAN

Jika tidak ditemukan gejala, maka tidak perlu dilakukan pengobatan.

Nyeri yang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan menghindari atau mengurangi makanan berlemak.

Batu Kandung Empedu

Jika batu kandung emped menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun telah dilakukan perubahan pola makan, maka dianjurkan untuk menjalani pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi).

Pengangkatan kandung empedu tidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan tidak perlu dilakukan pembatasan makanan.
Sekitar 1-5 orang dari setiap 1.000 orang yang menjalani kolesistektom meninggal.

Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990 dan sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi.

Kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut.

Jenis pembedahan ini memiliki keuntungan sebagai berikut:
- mengurangi rasa tidak nyaman pasca pembedahan
- memperpendek masa perawatan di rumah sakit.

Teknik lainnya untuk menghilangkan batu kandung empedu adalah:
- pelarutan dengan metil-butil-eter
- pemecahan dengan gelombang suara (litotripsi)
- pelarutan dengan terapi asam empedu menahun (asam kenodiol dan asam ursodeoksikolik).

Batu Saluran Empedu

Batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius, karena itu harus dikeluarkan baik melalui pembedahan perut maupun melalui suatu prosedur yang disebut endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP).

Pada ERCP, suatu endoskop dimasukkan melalui mulut, kerongkongan, lambung dan ke dalam usus halus. Zat kontras radioopak masuk ke dalam saluran empedu melalui sebuah selang di dalam sfingter Oddi.
Pada sfingterotomi, otot sfingter dibuka agak lebar sehingga batu empedu yang menyumbat saluran akan berpindah ke usus halus.

ERCP dan sfingterotomi telah berhasil dilakukan pada 90% kasus.
Kurang dari 4 dari setiap 1.000 penderita yang meninggal dan 3-7% mengalami komplikasi, sehingga prosedur ini lebih aman dibandingkan pembedahan perut.

Komplikasi yang mungkin segera terjadi adalah:
- perdarahan
- peradangan pankreas (pankreatitis)
- perforasi atau infeksi saluran empedu.

Pada 2-6% penderita, saluran menciut kembali dan batu empedu muncul lagi.
Batu kandung empedu tidak dapat diangkat melalui prosedur ERCP.

ERCP saja biasanya efektif dilakukan pada penderita batu saluran empedu yang lebih tua, yang kandung empedunya telah diangkat.

PENCEGAHAN

Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol, sebaiknya menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari lemak hewani. (merck manual of medical iformation, ed 1997, hal 580-582, medicastore)

Kolestasis : Terhentinya Aliran Empedu

Kolestasis adalah berkurangnya atau terhentinya aliran empedu.

PENYEBAB

Gangguan aliran empedu bisa terjadi di sepanjang jalur antara sel-sel hati dan usus dua belas jari (duodenum, bagian paling atas dari usus halus).
Meskipun empedu tidak mengalir, tetapi hati terus mengeluarkan bilirubin yang akan masuk ke dalam aliran darah.
Bilirubin kemudian diendapkan di kulit dan dibuang ke air kemih, menyebabkan jaundice (sakit kuning).

Untuk tujuan diagnosis dan pengobatan, penyebab kolestasis dibagi menjadi 2 kelompok:

1. Berasal dari hati
- Hepatitis
- Penyakit hati alkoholik
- Sirosis bilier primer
- Akibat obat-obatan
- Akibat perubahan hormon selama kehamilan (kolestasis pada kehamilan).
2. Berasal dari luar hati
- Batu di saluran empedu
- Penyempitan saluran empedu
- Kanker saluran empedu
- Kanker pankreas
- Peradangan pankreas.

GEJALA

Jaundice dan air kemih yang berwarna gelap merupakan akibat dari bilirubin yang berlebihan di dalam kulit dan air kemih.

Tinja terkadang tampak pucat karena kurangnya bilirubin dalam usus.
Tinja juga bisa mengandung terlalu banyak lemak (stetore), karena dalam usus tidak terdapat empedu untuk membantu mencerna lemak dalam makanan.

Berkurangnya empedu dalam usus, juga menyebabkan berkurangnya penyerapan kalsium dan vitamin D.

Jika kolestasis menetap, kekurang kalsium dan vitamin D akan menyebabkan pengeroposan tulang, yang menyebabkan rasa nyeri di tulang dan patah tulang.

Juga terjadi gangguan penyerapan dari bahan-bahan yang diperlukan untuk pembekuan darah, sehingga penderita cenderung mudah mengalami perdarahan.

Terdapatnya empedu dalam sirkulasi darah bisa menyebabkan gatal-gatal (disertai penggarukan dan kerusakan kulit).

Jaundice yang menetap lama sebagai akibat dari kolestasis, menyebabkan kulit berwarna gelap dan di dalam kulit terdapat endapan kuning karena lemak.

Gejala lainnya tergantung dari penyebab kolestasis, bisa berupa nyeri perut, hilangnya nafsu makan, muntah atau demam.

DIAGNOSA

Jika penyebabnya adalah penyakit hati, maka pada pemeriksaan fisik akan ditemukan:
- pembuluh darah yang memberikan gambaran seperti laba-laba
- pembesaran limfa
- pengumpulan cairan dalam perut (asites).

Jika penyebabnya di luar hati, bisa ditemukan:
- demam
- nyeri yang berasal dari saluran empedu atau pankreas
- pembesaran kandung empedu.

Kadar enzim alkalin fosfatase sangat tinggi.

Jika hasil pemeriksaan darah menunjukkan kelainan, hampir selalu dilakukan pemeriksaan USG atau CT scan, untuk membantu membedakan penyakit hati dengan penyumbatan pada saluran empedu.

Jika penyebabnya adalah penyakit hati, dilakukan biopsi hati.

Jika penyebabnya adalah penyumbatan saluran empedu, dilakukan pemeriksaan endoskopi.

PENGOBATAN

Penyumbatan di luar hati biasanya dapat diobati dengan pembedahan atau endoskopi terapeutik.

Penyumbatan di dalam hati bisa diobati dengan berbagai cara, tergantung dari penyebabnya:
- jika penyebabnya adalah obat, maka pemakaian obat dihentikan
- jika penyebabnya adalah hepatitis, biasanya kolestasis dan jaundice akan menghilang sejalan dengan membaiknya penyakit.

Cholestyramine, diberikan per-oral (ditelan), bisa digunakan untuk mengobati gatal-gatal.
Obat ini terikat dengan produk empedu tertentu dalam usus, sehingga tidak dapat diserap kembali dan menyebabkan iritasi kulit.

Pemberian vitamin K bisa memperbaiki proses pembekuan darah.

Tambahan kalsium dan vitamin D sering diberikan jika kolestasis menetap, tetapi tidak terlalu efektif dalam mencegah penyakit tulang.

Jika terlalu banyak lemak yang dibuang ke dalam tinja, diberikan tambahan trigliserida.(medicastore)

Kolesistitis Akut : Peradangan Akut Dinding Kandung Empedu


Kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu, biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus, yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa.

PENYEBAB

Sekitar 95% penderita peradangan kandung empedu akut, memiliki batu empedu.
Kadang suatu infeksi bakteri menyebabkan terjadinya peradangan.

Kolesistitis akut tanpa batu merupakan penyakit yang serius dan cenderung timbul setelah terjadinya:

  • cedera,
  • pembedahan
  • luka bakar
  • sepsis (infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh)
  • penyakit-penyakit yang parah (terutama penderita yang menerima makanan lewat infus dalam jangka waktu yang lama).
Sebelum secsara tiba-tiba merasakan nyeri yang luar biasa di perut bagian atas, penderita biasanya tidak menunjukan tanda-tanda penyakit kandung empedu.

GEJALA

Tanda awal dari peradangan kandung empedu biasanya berupa nyeri di perut kanan bagian atas.Nyeri bertambah hebat bila penderita menarik nafas dalam dan sering menjalar ke bahu kanan.

Biasanya terdapat mual dan muntah.

Jika dokter menekan perut kanan sebelah atas, penderita akan merasakan nyeri tajam.
Dalam beberapa jam, otot-otot perut sebelah kanan menjadi kaku.

Pada mulanya, timbul demam ringan, yang semakin lama cenderung meninggi.

Biasanya serangan nyeri berkurang dalam 2-3 hari dan kemudian menghilang dalam 1 minggu.

KOMPLIKASI

# Demam tinggi, menggigil, peningkatan jumlah leukosit dan berhentinya gerakan usus (ileus) dapat menunjukkan terjadinya abses, gangren atau perforasi kandung empedu.

# Serangan yang disertai jaundice (sakit kuning) atau arus balik dari empedu ke dalam hati menunjukkan bahwa saluran empedu telah tersumbat sebagian oleh batu empedu atau oleh peradangan.

# Jika pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan kadar enzim amilase, mungkin telah terjadi peradangan pankreas (pankreatitis) yang disebabkan oleh penyumbatan batu empedu pada saluran pankreas (duktus pankreatikus).

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil dari pemeriksaan tertentu.

Pemeriksaan USG bisa membantu memperkuat adanya batu empedu dalam kandung empedu dan bisa menunjukkan penebalan pada dinding kandung empedu.

Diagnosis yang paling akurat diperoleh dari pemeriksaan skintigrafi hepatobilier, yang memberikan gambaran dari hati, saluran empedu, kandung empedu dan bagian atas usus halus.

PENGOBATAN

Penderita dengan kolesistitis akut pada umumnya dirawat di rumah sakit, diberikan cairan dan elektrolit intravena dan tidak diperbolehkan makan maupun minum.Mungkin akan dipasang pipa nasogastrik untuk menjaga agar lambung tetap kosong sehingga mengurangi rangsangan terhadap kandung empedu.Antibiotik diberikan sesegera mungkin jika dicurigai kolesistitis akut.

Jika diagnosis sudah pasti dan resikonya kecil, biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkat kandung empedu pada hari pertama atau kedua.Jika penderita memiliki penyakit lainnya yang meningkatkan resiko pembedahan, operasi ditunda dan dilakukan pengobatan terhadap penyakitnya. Jika serangannya mereda, kandung empedu bisa diangkat 6 minggu kemudian atau lebih.

Jika terdapat komplikasi (misalnya abses, gangren atau perforasi kandung empedu), diperlukan pembedahan segera.

Sebagian kecil penderita akan merasakan episode nyeri yang baru atau berulang, yang menyerupai serangan kandung empedu, meskipun sudah tidak memiliki kandung empedu.
Penyebab terjadinya episode ini tidak diketahui, tetapi mungkin merupakan akibat dari fungsi sfingter Oddi yang abnormal. Sfingter Oddi adalah lubang yang mengatur pengaliran empedu ke dalam usus halus.

Rasa nyeri ini mungkin terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam saluran yang disebabkan oleh penahanan aliran empedu atau sekresi pankreas.

Untuk melebarkan sfingter Oddi bisa digunakan endoskopi. Hal ini biasanya akan mengurangi gejala pada penderita yang memiliki kelainan sfingter, tetapi tidak akan membantu penderita yang hanya memiliki nyeri tanpa disertai kelainan pada sfingter.(medicastore)

Kolesistitis Kronis : Peradangan Menahun Dinding Kandung Empedu

Kolesistitis Kronis adalah peradangan menahun dari dinding kandung empedu, yang ditandai dengan serangan berulang dari nyeri perut yang tajam dan hebat.

PENYEBAB

Kolesistitis kronis terjadi akibat serangan berulang dari kolesistitis akut, yang menyebabkan terjadinya penebalan dinding kandung empedu dan penciutan kandung empedu.
Pada akhirnya kandung empedu tidak mampu menampung empedu.

Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dan angka kejadiannya meningkat pada usia diatas 40 tahun.

Faktor resiko terjadinya kolesistitis kronis adalah adanya riwayat kolesistitis akut sebelumnya.

GEJALA

Timbulnya gejala bisa dipicu oleh makan makanan berlemak.
Gejala bisa berupa:
- gangguan pencernaan menahun
- nyeri perut yang tidak jelas (samar-samar)
- sendawa.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil dari pemeriksaan berikut:
- CT scan perut
- Kolesistogram oral
- USG perut.

PENGOBATAN

Pengobatan yang biasa dilakukan adalah pembedahan.
Kolesistektomi bisa dilakukan melalui pembedahan perut maupun melalui laparoskopi.

Penderita yang memiliki resiko pembedahan tinggi karena keadaan medis lainnya, dianjurkan untuk menjalani diet rendah lemak dan menurunkan berat badan.
Bisa diberikan antasid dan obat-obat antikolinergik.

PENCEGAHAN

Seseorang yang pernah mengalami serangan kolesistitis akut dan kandung empedunya belum diangkat, sebaiknya mengurangi asupan lemak dan menurunkan berat badannya.

Tumor Saluran Empedu

Disamping batu empedu, kanker merupakan penyebab tersering dari penyumbatan pada saluran empedu. Tumor jinak dalam saluran empedu juga bisa menyebabkan penyumbatan.

PENYEBAB

Sebagian besar kanker berasal dari kepala pankreas, yang dilewati oleh saluran empedu.
Yang lebih jarang, kanker berasal dari saluran empedu sendiri, yaitu:
- pada pertemuan antara saluran empedu dan saluran pankreas
- di dalam kandung empedu
- di hati.

Yang lebih jarang lagi, saluran empedu tersumbat oleh kanker yang berasal dari bagian tubuh lainnya (kanker metastatik), atau tertekan oleh kelenjar getah bening yang terkena limfoma.

GEJALA

Gejala dari penyumbatan saluran empedu adalah:
- jaundice (sakit kuning)
- rasa tidak enak di perut
- hilangnya nafsu makan
- penurunan berat badan
- gatal-gatal.

Biasanya tanpa demam dan menggigil.

Gejala-gejala tersebut akan memburuk secara bertahap.

DIAGNOSA

Diagnosis kanker sebagai penyebab penyumbatan, ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan USG, CT scan atau kolangiografi langsung.

Untuk memperkuat diagnosis, bisa dilakukan biopsi (pengambilan contoh jaringan untuk diperiksa dibawah mikroskop).

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebab dan keadaannya.

Pembedahan merupakan cara langsung untuk:
- menentukan jenis tumor
- memastikan apakah tumor dapat diangkat
- memastikan bahwa empedu di sekitar penyumbatan tetap dapat mengalir.
Sebagian besar kanker tidak dapat diangkat seluruhnya dan tidak memberikan respon yang baik pada terapi radiasi (penyinaran).

Kemoterapi bisa meringankan gejala.


Beberapa penderita penyumbatan saluran empedu karena kanker, mengalami nyeri, gatal-gatal dan membentuk nanah karena adanya infeksi bakteri. Jika tidak dilakukan pembedahan, bisa dimasukkan selang pintas melalui endoskopi untuk empedu dan nanah di sekitar kanker bisa mengalir. Prosedur ini tidak hanya mengurangi empedu atau nanah tetapi juga membantu meredakan nyeri dan gatal-gatal. (medicastore)